Mengenal Tren Perawatan Estetika Regeneratif untuk Hasil yang Natural

JULÄINE menggunakan PLLA untuk merangsang kolagen. Kenali cara kerja dan risiko yang perlu dipahami sebelum menjalani perawatan estetika regeneratif.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 12 Oktober 2026, 17:00 WIB
Dermaluxe Aesthetic & Laser Center berkolaborasi dengan Nordberg Medical Indonesia dalam menghadirkan inovasi estetika regeneratif. (dok. Nordberg Medical Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Perawatan estetika regeneratif menjadi salah satu pendekatan dalam dunia kecantikan yang memanfaatkan respons biologis tubuh untuk mendukung pembentukan kolagen. Teknologi ini menawarkan pilihan perawatan bagi orang yang ingin menangani tanda penuaan dengan hasil yang berkembang secara bertahap.

Salah satu teknologi yang digunakan dalam perawatan tersebut adalah poly-L-lactic acid (PLLA). Bahan ini dimanfaatkan dalam prosedur estetika untuk merangsang produksi kolagen, protein yang membantu menjaga struktur dan elastisitas kulit.

Hasil perawatan tidak muncul secara instan karena tubuh membutuhkan waktu untuk merespons bahan yang disuntikkan. Perkembangan teknologi tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan Dermaluxe Aesthetic & Laser Center yang memasuki usia ke-11 tahun.

Dermaluxe merayakan ulang tahun bersama pendirinya, dr. Jeffri Purnomo Setiawan, Dipl.AAAM, penyanyi Krisdayanti, para pasien, dan komunitas klinik. Acara tersebut juga menyorot kolaborasi dengan Nordberg Medical Indonesia dalam menghadirkan inovasi estetika regeneratif.

Salah satu produk dalam kolaborasi tersebut adalah JULÄIN dari Swedia. Produk injeksi berbasis PLLA ini menggunakan mikrosfer yang dirancang untuk mendukung proses regeneratif melalui stimulasi kolagen.

Kolagen berperan dalam menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi protein ini dapat menurun sehingga kulit mengalami perubahan tekstur dan kekencangan. Perawatan berbasis PLLA bertujuan merangsang pembentukan kolagen melalui proses biologis tubuh.

Respons terhadap perawatan dapat berbeda pada setiap orang. Kondisi kulit, area tindakan, teknik penyuntikan, serta faktor individual turut memengaruhi hasil. Pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kesesuaian prosedur dengan kebutuhan dan kondisi kesehatannya.

 

Perlu Pertimbangan

JULÄINE of Sweden, injeksi Poly-L-lactic acid (PLLA) untuk membantu merangsang produksi kolagen alami tubuh. (dok. Nordberg Medical)

Pemilihan prosedur estetika memerlukan pertimbangan terhadap manfaat, risiko, dan bukti ilmiah yang mendukung penggunaannya. Pasien juga perlu mengetahui bahan yang digunakan, kompetensi dokter, status izin edar produk di Indonesia, serta kemungkinan kebutuhan perawatan lanjutan.

Nordberg Medical Indonesia menyebut, JULÄINE telah mengantongi sertifikasi European Union Medical Device Regulation (EU MDR) dan Medical Device Single Audit Program (MDSAP). Sertifikasi tersebut berkaitan dengan persyaratan regulasi dan sistem mutu perangkat medis.

Prosedur injeksi PLLA dapat menimbulkan efek samping, seperti kemerahan, pembengkakan, nyeri, dan memar pada area penyuntikan. Komplikasi lain juga dapat terjadi. Konsultasi sebelum tindakan membantu dokter menilai riwayat kesehatan, kondisi kulit, serta faktor yang berpotensi meningkatkan risiko.

 

Perayaan Ulang Tahun

Krisdayanti di perayaan ulang tahun ke-11 Dermaluxe Aesthetic & Laser Center, yang sekaligus menyorot kolaborasi dengan Nordberg Medical Indonesia dalam menghadirkan inovasi estetika regeneratif. (dok. Nordberg Medical Indonesia)

Pasien dapat menanyakan bukti klinis, perkiraan waktu munculnya hasil, kemungkinan efek samping, dan panduan setelah tindakan. Informasi tersebut membantu mereka memahami prosedur sebelum menentukan pilihan.

Dalam kemitraan dengan Nordberg Medical Indonesia, Dermaluxe menerima penghargaan Alliance of the Year 2025. Penghargaan itu diberikan pada tiga penyedia layanan JULÄINE teratas di Indonesia. Dermaluxe juga menyandang status mitra eksklusif Nordberg Medical Indonesia.

Perayaan tersebut turut menghadirkan pasien yang menyampaikan harapan untuk perkembangan klinik. Fenny Liem berharap Dermaluxe dapat membantu lebih banyak orang merasa cantik dan percaya diri. Lucy Ling berharap klinik terus berkembang, sedangkan Selvy Lianawati menginginkan Dermaluxe tetap menjadi tempat yang dipercaya pasien.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya