Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-Paru Pekan Ini

Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan nodul paru-paru di Roma awal pekan ini.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 12 Oktober 2026, 12:00 WIB
Ia mengajak semua pihak yang berkehendak baik untuk menghormati setidaknya satu hari perdamaian pada Hari Natal, tanpa senjata dan kekerasan. Tampak dalam foto, Paus Leo XIV menyampaikan pesannya selama Misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Liputan6.com, Vatikan - Paus Leo XIV mengumumkan bahwa dirinya akan menjalani operasi pembedahan dalam beberapa hari mendatang untuk mengangkat nodul di paru-parunya.

Dilansir dari Antara, Senin (12/10/2026), nodul paru adalah pertumbuhan jaringan kecil berbentuk bulat atau oval di dalam paru-paru dengan diameter kurang dari 3 sentimeter.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Paus Leo XIV di hadapan ribuan umat yang berkumpul saat doa Malaikat Tuhan (Angelus) di Vatikan pada Minggu.

"Para dokter menemukan nodul kecil di paru-paru saya. Nodul ini terdeteksi pada tahap yang sangat awal dan lokasinya terlokalisasi dengan baik," kata Paus Leo XIV, dikutip dari laporan portal berita resmi Takhta Suci, Vatican News.

Paus menjelaskan tim medis merekomendasikan tindakan medis tersebut untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan dirinya memutuskan untuk mengikuti saran para dokter.

Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli, Roma.

Dalam kesempatan itu, Paus juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan spiritual dan memohon doa dari seluruh umat.

"Saya berterima kasih atas kedekatan spiritual Anda semua dan menyerahkan diri saya dalam doa-doa Anda," tutur Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik itu.

Menanggapi pertanyaan para wartawan, Direktur Kantor Pers Takhta Suci Matteo Bruni mengonfirmasi bahwa tindakan medis tersebut dijadwalkan pada awal pekan ini.

"Operasi dijadwalkan pada hari-hari pertama pekan ini, dan perkiraan waktu pemulihan pascaoperasi adalah sekitar satu minggu," ujar Bruni.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya