Liputan6.com, Jakarta - Apple dikabarkan meminta sejumlah pemasok mengurangi produksi komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Berita ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (11/10/2026) kemarin.
Berita lain yang juga populer datang dari kronologi perundungan mahasiswa Telkom University yang viral di media sosial.
Advertisement
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
1. Apple Disebut Pangkas Pesanan Komponen iPhone 18 Pro, Ini Alasannya
Apple dikabarkan meminta sejumlah pemasok mengurangi produksi komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Langkah ini diduga berkaitan dengan permintaan kedua ponsel premium yang lebih rendah dari perkiraan.
Dikutip dari The Next Web, Minggu (11/10/2026), media berita Nikkei Asia, melaporkan pesanan komponen Apple untuk Oktober turun setidaknya 15% dibandingkan permintaan awal.
Apple juga dilaporkan mulai bersikap lebih hati-hati terhadap pengiriman perangkat sejak awal September 2026.
Seorang eksekutif pemasok yang dikutip dalam laporan itu mengatakan, “Untuk Oktober saja, pesanan dari Apple untuk kedua model premium turun 15 hingga 20%. Kami belum yakin bagaimana situasinya ke depan.”
Pengurangan pesanan ini terjadi setelah Apple menaikkan harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua perangkat tersebut diperkenalkan pada September 2026.
Di Amerika Serikat (AS), iPhone 18 Pro dibanderol mulai USD 1.199 atau sekitar Rp 21,45 juta. Sementara itu, iPhone 18 Pro Max memiliki harga awal USD 1.299 atau sekitar Rp 23,24 juta.
2. Kronologi Perundungan Telkom University yang Viral di Medsos
Telkom University mengungkapkan kronologi kejadian dan penanganan perundungan yang terjadi di Asrama Putra pada Jumat (9/10/2026) malam.
Langkah cepat diambil guna menenangkan gejolak mahasiswa di lokasi kejadian setelah rekaman video aksi perundungan tersebut beredar luas dan mendadak viral di media sosial (medsos).
Rektor Telkom University, Prof. Suyanto, menjelaskan peristiwa perundungan ini berlangsung di area Asrama Putra Telkom University pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WIB."Bentuk tindakan perundungan yang dialami korban berupa penyemprotan cairan yang dapat memicu kobaran api menggunakan kaleng semprot ke arah tubuh korban," ujarnya pada sesi konferensi pers secara online, Minggu (11/10/2026).
Dalam hal ini pihak kampus mengklaim bergerak cepat dengan menjatuhkan sanksi administratif akademik kepada dua mahasiswa yang terbukti terlibat langsung dalam tindakan kekerasan tersebut.
Pada kesempatan sama, Wakil Rektor bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Alumni Telkom University, Ratri Wahyuningtyas, menjelaskan penanganan dimulai sesaat setelah kabar perundungan merebak dan memicu respons dari para penghuni asrama lainnya.
3. GTA 6 Ogah Bikin Pemain Terlalu 'Berkuasa' seperti di GTA 5
Rockstar Games ingin menghadirkan pengalaman bermain yang berbeda dalam Grand Theft Auto VI (GTA 6). Pemain tidak akan lagi merasa menjadi satu-satunya sosok berbahaya seperti dalam GTA 5.
Dikutip dari GameSpot, Minggu (11/10/2026), Co-studio Head at Rockstar North, Rob Nelson, menjelaskan karakter non-playable character (NPC) akan memiliki inisiatif sendiri.
BACA JUGA:GTA 6 Punya Sistem Criminal Profile, Perilaku Pemain Bisa Pengaruhi Dunia GameMereka bahkan dapat mengambil tindakan terhadap pemain, bukan sekadar melarikan diri saat menghadapi ancaman.
“Dunia akan bereaksi terhadapmu, sebagaimana kamu juga bertindak terhadap dunia,” ujar Nelson.
Pada seri sebelumnya, pemain menjadi satu-satunya pihak selain polisi yang memiliki persenjataan tersembunyi. Karakter lain umumnya memilih kabur saat pemain bertindak agresif. Di GTA 6, situasi bisa berbeda karena mereka juga mampu melawan.