Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan yang memiliki puluhan mobil dengan merek, tipe, dan tahun produksi yang sama belum tentu memiliki armada dengan kondisi yang seragam. Setelah digunakan selama beberapa tahun, kondisi setiap kendaraan bisa berbeda, tergantung kepada intensitas pemakaian, rute perjalanan, hingga pola perawatan yang diterapkan.
Ada kendaraan yang lebih sering menempuh perjalanan jarak jauh, sementara unit lainnya digunakan untuk mobilitas di dalam kota.
Advertisement
Begitu pula dengan perawatan, tidak semua kendaraan memiliki riwayat pemeliharaan yang sama. Perbedaan tersebut membuat setiap unit perlu diperiksa secara menyeluruh, ketika perusahaan berencana melakukan peremajaan armada.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah besarnya pasar mobil bekas di Indonesia.
Data terbaru, pada September 2026, permintaan pasar mobil bekas berada di kisaran 1,6 juta hingga 1,7 juta per tahun. Angka ini, lebih besar dibanding pasar mobil baru, yang berkisar 800 ribu unit per tahun.
Kendaraan operasional perusahaan menjadi salah satu bagian dari perputaran pasar tersebut. Bahkan, mobil bekas masih memiliki peluang untuk kembali digunakan sebagai kendaraan operasional.
Berdasarkan Fleet & Mobility Barometer 2026, sebanyak 45 persen perusahaan telah memasukkan kendaraan bekas ke dalam armadanya.
Karena itu, perusahaan yang ingin menjual kendaraan operasional perlu mempertimbangkan kondisi aktual setiap unit, bukan hanya tahun produksi dan jarak tempuh.
Dua mobil yang memiliki tahun produksi dan angka odometer sama belum tentu mempunyai kondisi mesin, kaki-kaki, bodi, interior, serta sistem kelistrikan yang setara.
Riwayat Pemakaian dan Perawatan
Riwayat pemakaian dan perawatan turut memengaruhi kondisi kendaraan. Sebagai contoh, mobil yang rutin diservis dan lebih banyak melintasi jalan mulus bisa memiliki kondisi berbeda dari unit yang sering melewati medan berat.
Inspeksi sebelum penjualan dapat membantu perusahaan mengetahui kondisi setiap kendaraan sekaligus mengidentifikasi komponen yang masih baik atau memerlukan perhatian.
Namun, hasil pemeriksaan tidak serta-merta mengharuskan perusahaan memperbaiki seluruh temuan sebelum kendaraan dijual. Perusahaan dapat menggunakan hasil inspeksi sebagai dasar untuk menentukan langkah yang sesuai bagi setiap unit.
Komponen yang membutuhkan perbaikan bisa ditangani sebelum penjualan, sedangkan kondisi yang masih baik dapat menjadi informasi pendukung saat kendaraan ditawarkan. Temuan yang tidak memerlukan perbaikan juga dapat disampaikan secara transparan kepada calon pembeli.
CEO Garasi.id, Ardy Alam mengatakan bahwa perbedaan kondisi kendaraan dalam satu armada membuat pemeriksaan sebelum penjualan menjadi hal penting.
"Armada yang digunakan dalam satu perusahaan belum tentu memiliki kondisi yang sama setelah digunakan selama beberapa tahun. Pemeriksaan sebelum pen11jualan penting untuk mengetahui kondisi aktual setiap unit, sehingga perusahaan dapat menentukan langkah yang tepat berdasarkan data," jelas Ardy, dalam keterangan resmi, Minggu (11/10/2026).