Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik, dan juga 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Presiden juga menyebut, ekspor perdana baterai kendaraan listrik ini, merupakan bukti nyata dari keberlanjutan kebijakan hilirisasi.
Advertisement
"Hari ini ekspor perdana baterai, kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," ucap Prabowo, disitat dari laman resmi presidenri, ditulis Minggu (11/10/2026).
Prabowo melanjutkan, akan ada 11 proyek hilirisasi, yang terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru di kawasan IWIP.
Keempat proyek yang sudah masuk tahap komersial, adalah Blue Sparking Enery, REPT Battero Indonesia, Pioeer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.
Selain itu, Presiden juga mencanangkan peletakan batu pertama (groundbreaking) tujuh proyek industri baru di kawasan IWIP, yakni Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran perusahaan yang telah menunjukkan kepemimpinan, tata kelola, serta tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan industri.
Apresiasi kepada Perusahaan
Kepala Negara turut menyoroti upaya perusahaan dalam membina dan memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan industri.
"Saya juga menyambut baik kepemimpinan, manajemen, dan rasa tanggung jawab dari perusahaan-perusahaan di kawasan ini. Saya melihat pembinaan saudara-saudara terhadap rakyat di sekitar sini sangat baik. Dan ini patut kita dukung dan patut kita teruskan," katanya.
Sejalan dengan pengembangan industri, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan dalam setiap kegiatan operasional.
Presiden menekankan bahwa kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
"Kita akan mempertahankan kualitas daripada air dan udara kita. Perhatikan pengelolaan limbah dengan baik. Masa depan kita, kita hadapi dengan baik, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk anak dan cucu kita," tuturnya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa capaian pembangunan industri nasional saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kontribusi berbagai pemerintahan terdahulu.
Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.