Senne Lammens Minta Manchester United Belajar usai Gagal Kalahkan Tottenham

Senne Lammens meminta Manchester United belajar setelah ditahan Tottenham 1-1. Ia menyoroti kegagalan MU mengamankan kemenangan pada menit akhir.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 11 Oktober 2026, 08:02 WIB
Aksi Senne Lammens pada laga pekan ke-7 Premier League antara Manchester United vs Sunderland di Old Trafford - AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta - Senne Lammens menilai Manchester United harus belajar dari kegagalan mempertahankan keunggulan saat bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur pada pekan keenam Premier League 2026/2027. Bermain di Old Trafford, Sabtu (10/10/2026) malam WIB, Setan Merah kebobolan pada masa injury time dan harus puas berbagi poin.

Manchester United sempat berada di jalur kemenangan setelah Bryan Mbeumo mencetak gol ketika pertandingan memasuki 15 menit terakhir. Namun, Dominic Solanke membuyarkan harapan tuan rumah lewat gol penyeimbang pada penghujung laga.

Situasi sebenarnya menguntungkan Manchester United setelah Tottenham kehilangan Rodrigo Bentancur yang mendapat kartu merah pada babak kedua. Gelandang Tottenham tersebut diusir setelah melakukan sundulan ke arah Luke Shaw.

Lammens menyayangkan timnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan kemenangan. Kiper asal Belgia itu menegaskan Manchester United harus lebih efektif menuntaskan pertandingan agar tidak kembali kehilangan poin pada menit-menit akhir.


Lammens Soroti Kegagalan Manchester United Menjaga Keunggulan

Bek Tottenham Hotspur asal Belanda, Jan Paul van Hecke (nomor punggung 6), memenangi duel udara dalam pertandingan Liga Inggris kontra Manchester United di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (10/10/2026). (Paul Ellis/AFP)

Lammens mengakui pertandingan tersebut menghadirkan perasaan campur aduk bagi Manchester United. Ia menilai timnya tidak tampil maksimal dalam penguasaan bola pada babak pertama, tetapi mampu meningkatkan permainan setelah turun minum hingga menciptakan peluang untuk memenangkan pertandingan.

Menurut Lammens, keunggulan jumlah pemain seharusnya membantu Manchester United mengendalikan situasi. Namun, mereka justru memberi Tottenham cukup banyak ruang untuk membangun serangan hingga akhirnya mencetak gol penyeimbang.

"Sepak bola terkadang bisa terasa kejam. Ada banyak pasang surut, terutama dalam pertandingan seperti ini," kata Lammens kepada MUTV.

"Anda harus sedikit bertahan melewati babak pertama. Kami bersatu sebagai tim dan memang tidak memainkan permainan terbaik, terutama saat menguasai bola, tetapi kami berjuang untuk memberi diri sendiri kesempatan membalikkan keadaan pada babak kedua, dan itu berhasil kami lakukan. Kami berhasil menempatkan diri dalam posisi yang kami inginkan," lanjutnya.


Lammens Minta MU Lebih Cepat Menuntaskan Pertandingan

Gelandang Manchester United , Bryan Mbeumo (depan), berlari membawa bola dalam pertandingan Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (10/10/2026). (Paul Ellis/AFP)

Manchester United sebenarnya memiliki kesempatan untuk memastikan kemenangan setelah Tottenham bermain dengan 10 orang. Lammens mengingatkan bahwa menghadapi tim yang kehilangan pemain juga memiliki tantangan tersendiri karena lawan bisa bermain lebih lepas tanpa banyak hal untuk dipertaruhkan.

Lanjut Baca:

Ia menilai Manchester United seharusnya segera mencetak gol tambahan atau setidaknya tidak membiarkan Tottenham memperoleh peluang berbahaya. Kegagalan melakukan hal tersebut membuat satu momen yang menguntungkan tim tamu cukup untuk mengubah hasil pertandingan. "Kami sebelumnya sudah sering memenangkan pertandingan melawan tim yang bermain dengan 10 orang. Namun, Anda juga tahu situasinya bisa sulit karena mereka tidak punya banyak hal untuk dipertaruhkan dan mereka menyadari itu," ujar Lammens. "Anda ingin segera mengakhiri pertandingan dengan mencetak gol tambahan atau setidaknya tidak memberi mereka kesempatan. Saya pikir itulah kesalahan kami, karena kami memberi mereka terlalu banyak ruang untuk menciptakan peluang. Kemudian, satu umpan harus tepat untuk mereka, satu pantulan bola harus menguntungkan mereka, dan mereka bisa mencetak gol seperti itu. Jadi, ya, ini perasaan yang sangat pahit," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya