Malaysia Perluas Penutupan Sekolah Imbas Kabut Asap

Penutupan sekolah di Malaysia diperluas ke Kuala Lumpur dan beberapa negara bagian akibat kabut asap parah.

oleh Septian DenyDiterbitkan 11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Gambaran umum (a general view) menunjukkan gedung-gedung diselimuti kabut di Singapura pada 9 Oktober 2026. Indonesia telah berjuang melawan kebakaran selama berminggu-minggu di beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatra, yang menyebabkan kabut asap menyesakkan ke pulau-pulau tersebut serta negara tetangga, Malaysia dan Singapura. (Roslan RAHMAN/AFP)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Penutupan sekolah di Malaysia karena memburuknya kualitas udara akibat kabut asap parah telah diperluas ke beberapa negara bagian, serta ibu kota Kuala Lumpur dan pusat pemerintahan Putrajaya, pada Jumat (9/10/2026).

Dikutip dari Antara, Sekolah-sekolah di wilayah dengan angka indeks polutan udara (API) di atas 180 akan ditutup mulai Jumat, sementara sekolah-sekolah di wilayah yang mencatat angka API di atas 150 selama tiga hari berturut-turut akan ditutup mulai Senin 12 Oktober 2026 mendatang, menurut pernyataan Kementerian Pendidikan Malaysia pada Kamis malam lalu.

Berdasarkan peringkat kualitas udara negara tersebut, angka API 0 hingga 50 mengindikasikan kualitas udara "baik", sementara 51 hingga 100 "sedang", 101 hingga 200 "tidak sehat", 201 hingga 300 "sangat tidak sehat", dan 301 ke atas "berbahaya".

Data dari Sistem Pengelolaan Indeks Polutan Udara negara tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah di Semenanjung Malaysia mencatat angka API dalam kategori tidak sehat per pukul 13.00, dengan negara bagian Selangor, Johor, dan Negeri Sembilan di pesisir barat sebagai wilayah yang paling terdampak.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya