2.000 Penyandang Disabilitas Jadi Bagian Perayaan Golden Jubilee Karismatik Katolik

Sekitar 12 ribu umat Katolik hadir dalam perayaan 50 tahun karismatik di Indonesia.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 10 Oktober 2026, 17:53 WIB
Penyandang disabilitas turut mengantre masuk dalam perayaan Golden Jubilee Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan 50 tahun (golden jubilee) Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia tak hanya menjadi momentum syukur bagi umat Katolik. Perayaan ini juga menjadi ruang berbagi sukacita dengan mengundang 2.000 sahabat dari kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Ketua Panitia Golden Jubilee 2026, Okie Imanto, mengatakan, pelibatan kelompok rentan bertujuan agar mereka dapat turut merasakan sukacita dalam perayaan tersebut.

“Ada 12.000 orang yang hadir, dan 2.000 diantaranya adalah sahabat-sahabat Golden Jubilee yang kami jemput untuk bersuka cita bersama," tuturnya dalam konferensi pers.

Sedari pagi sekitar pukul 09.00, tampak berbagai penyandang disabilitas, mulai dari tunanetra hingga daksa, ikut mengantre masuk ke Indonesia Arena, GBK, Jakarta.

Okie pun mengatakan aksesibilitas turut diperhatikan, salah satunya dengan menyediakan penerjemah bahasa isyarat bagi peserta Tuli.

Lewat rangkaian kegiatan Golden Jubilee hari ini, ia berharap agar semangat pelayanan dapat menjalarkan ke orang yang terlibat termasuk penyandang disabilitas.

“Misinya adalah pelayanan rohani, pelayanan jasmani juga, bantuan kepada teman-teman yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, semoga bisa menjalar semangat,” ujarnya.

Salah satu penyandang disabilitas, Nike yang berasal dari Jakarta Timur sedari pagi sudah semangat untuk turut serta dalam acara tersebut.

"Sebagai penyandang disabilitas acara ini membuat saya bisa kembali bertemu teman-teman, dan banyak orang. Senang sekali bisa ke sini," tuturnya antusias.

 

Ajak Anak Muda Lebih Aktif dalam Kegiatan Rohani dan Sosial

RD Yustinus Hilman Pujiatmoko bicara tentang pelibatan generasi muda dalam kegiatan rohani.

Lebih dari sekadar perayaan 50 tahun, Okie mengatakan Golden Jubilee juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pelayanan umat Katolik kepada sesama. Oki mengatakan, gerakan pembaruan karismatik diharapkan dapat terus menumbuhkan iman dan mendorong umat untuk mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun rohani.

Semangat tersebut juga ingin diwariskan kepada generasi muda agar melanjutkan karya dan pelayanan sekaligus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Senada dengan Okie, Romo Moderator Badan Pelayanan Nasional PKK Indonesia, RD Yustinus Hilman Pujiatmoko, memandang perjalanan 50 tahun sebagai kesempatan untuk memperkuat kesinambungan pembinaan dan pelayanan antargenerasi.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, orang muda diharapkan tidak hanya menjadi peserta kegiatan keagamaan, tetapi juga semakin berani mengambil tanggung jawab, menjadi pemimpin, dan menghidupi nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau sekarang ini situasi bangsa atau mungkin juga situasi masyarakat, anak-anak muda itu sering lari, mudah lari ke tempat-tempat yang kurang pas lah ya. Maka ini menjadi PR bagi kita untuk anak muda ini punya pengalaman, pengalaman iman," kata Hilman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya