Liputan6.com, Jakarta - TNI Angkatan Darat dan Angkatan Darat Australia menggelar Latihan Bersama Wirra Jaya Ausindo 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Acara ini berlangsung selama tiga minggu dari 18 September 2026 hingga 9 Oktober 2026. Latihan tersebut diikuti oleh 125 prajurit TNI AD dan 77 personel Angkatan Darat Australia.
Latihan Wirra Jaya menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan prajurit kedua angkatan darat melalui pertukaran pengetahuan serta pengalaman. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat hubungan persahabatan dan menumbuhkan sikap saling menghormati antar prajurit.
Advertisement
Atase Angkatan Darat Australia untuk Indonesia, Kolonel David Gandy, mengungkapkan latihan bersama ini telah dilaksanakan sejak tahun 2013. Menurutnya, latihan bersama terus disesuaikan dengan kebutuhan kedua negara.
Pada pelaksanaan tahun ini, latihan turut mengadopsi pembelajaran dari pengalaman operasi TNI di sejumlah wilayah, termasuk Lebanon Selatan, Kongo, dan Papua.
"TNI minta bantuan untuk mempertunjukkan apa yang sangat signifikan yang akan selalu membantu mereka untuk mungkin memperlihatkan contoh yang lain di mana Australia melaksanakan apa, operasi, khususnya di kesehatan, menembak, dan bela diri," kata David kepada wartawan di Lapangan Yonif 400/Raider 400 Banteng Raiders saat penutupan acara, Jumat (9/10/2026).
David berharap, latihan bersama ini dapat mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Australia. Pelaksanaannya pun berlangsung lancar dan aman.
Selain itu, David menilai pelibatan personel dari berbagai Kodam dalam latihan bersama ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya melibatkan satu satuan. Dengan melibatkan personel dari Kodam III, IV, V, serta Kodam Jaya, pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan Angkatan Darat Australia dapat menjangkau lebih banyak satuan TNI AD.
Dalam kegiatan penutup, personel TNI AD dan Angkatan Darat Australia memperagakan taktik pembersihan bangunan serta posisi musuh secara efektif dan terkoordinasi.
"Menurut saya, tidak ada perbedaan di antara satuan dari Indonesia dan satuan Australia. Itu merupakan tujuan latihan ini. Ini apa, interoperabilitas yang sangat baik menurut saya. Ini tujuan yang sudah dicapai," kata dia.
Sejumlah Materi Latihan
Sementara itu, Asisten Operasi Kodam IV/Diponegoro, Kolonel Mahmud, mengatakan sejumlah materi yang disampaikan dalam latihan kali ini yaitu menembak, pertolongan kesehatan, hingga bela diri. Selain itu, pembahasan teknis antar juga tidak luput dari perhatian.
Menurut Mahmud, latihan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan prajurit TNI AD maupun Angkatan Darat Australia.
"Tentu sangat penting sekali, ya. Di antaranya mungkin selain menambah pengetahuan dan kemampuan secara teknis prajurit, juga ini juga menunjukkan integrasi antara TNI Angkatan Darat dengan Australia, representatif antara negara Indonesia dan Australia bahwa untuk menjaga suatu kawasan, kita harus menjalin kerja sama antarnegara tetangga," jelas Mahmud.
Mahmud mengatakan, kondisi lahan yang kering selama musim kemarau menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan latihan Wirra Jaya Ausindo 2026. Terlebih, latihan tersebut mencakup materi menembak yang berisiko memicu kebakaran akibat percikan peluru.
"Jangan sampai kita menembak nanti cuma menimbulkan percikan jadi kebakaran. Itu juga salah satu langkah yang kita antisipasi jangan sampai terjadi itu. Itu juga salah satu tantangannya," ungkapnya.
Sebagai informasi, Latihan Wirrajaya merupakan latihan bilateral yang melibatkan Batalyon 5/7 Royal Australian Regiment dari Brigade ke-1 Angkatan Darat Australia dan personel TNI Angkatan Darat, termasuk Kostrad dan Kodam.
Latihan ini telah berlangsung sejak tahun 2013. Agenda ini dimulai sebagai latihan kolektif tingkat kompi selama 10 hari dan akhirnya berkembang menjadi kegiatan intensif selama tiga minggu.
Agenda tersebut digelar setiap tahun secara bergantian di Australia dan Indonesia. Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun genap, sedangkan Australia menjadi tuan rumah pada tahun ganjil.
Latihan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama pertahanan, meningkatkan interoperabilitas taktis, membangun kepercayaan bersama, serta berbagi pengetahuan mengenai doktrin, peralatan, dan taktik tempur.
Selain itu, latihan ini juga bertujuan memperkuat interoperabilitas antara Angkatan Darat Australia dan TNI Angkatan Darat melalui pertukaran pengetahuan, pembelajaran bersama, serta penguatan rasa saling menghormati dan persahabatan antarpersonel.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi pertolongan pertama tempur (combat first aid), penanganan korban (casualty care), bela diri militer (military self-defence), menembak tempur (combat shooting), hingga operasi drone. Seluruh materi dan keterampilan yang dipelajari akan diperagakan dalam kegiatan puncak latihan.