TNI AD dan Australia Asah Kemampuan Tempur hingga Drone di Semarang

Latihan bareng ini berlangsung dari 18 September hingga 9 Oktober 2026. Latihan diikuti 125 prajurit TNI AD dan 77 personel Angkatan Darat Australia.

oleh rifqy.abiyyakly.idDiterbitkan 10 Oktober 2026, 09:47 WIB
Latihan wirra jaya 2026 tni ad dan australia di semarang. (istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Latihan bersama Wirra Jaya Ausindo 2026 antara TNI Angkatan Darat dan Angkatan Darat Australia digelar di Semarang resmi ditutup. Kegiatan ini berlangsung dari 18 September hingga 9 Oktober 2026. Latihan tersebut diikuti oleh 125 prajurit TNI AD dan 77 personel Angkatan Darat Australia.

Latihan Wirra Jaya merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan keterampilan prajurit kedua angkatan darat dalam bekerja sama melalui pertukaran ilmu dan pengalaman. Selain itu, latihan tersebut mempererat hubungan persahabatan dan sikap saling menghormati di antara para prajurit.

 

Latihan wirra jaya 2026 tni ad dan australia di semarang. (istimewa).

Atase Angkatan Darat Australia untuk Indonesia, Kolonel David Gandy merasa beruntung dapat berinteraksi secara aktif dengan TNI AD, termasuk adanya latihan bersama tersebut. Bagi David, latihan gabungan ini merupakan kenangan tidak terlupakan.

David mengatakan, latihan gabungan ini juga menjadi bukti kedekatan hubungan antara TNI AD dengan Angkatan Darat Australia.

"Hari ini kita semua yang berdiri di sini melambangkan hubungan kuat kita," kata David di Lapangan Yonif Raider 400 Banteng Raiders saat penutupan acara, Semarang, Jumat (9/10/2026).

"Ketika saya mengenang pengalaman militer saya sendiri, saya beruntung dapat sering berinteraksi dengan TNI, baik di Australia maupun Indonesia, yang merupakan kenangan yang tak terlupakan," sambung dia.

Dia menilai, latihan pasukan kedua belah pihak turut mencerminkan nilai-nilai utama Angkatan Darat Australia, yaitu pengabdian, keberanian, kehormatan, ketulusan, dan keunggulan.

David berharap, program tersebut dapat memperkuat kedekatan Indonesia dan Australia dalam menghadapi tantangan dalam pertahanan. Selain itu, dia berharap kedekatan keduanya dapat memberikan kesempatan yang lebih besar, khususnya meningkatan kemampuan prajurit dan profesionalitas.

"Besar harapan saya kepada semua peserta yang berkumpul di sini untuk dapat meningkatkan kemampuan secara pribadi dan profesional," kata David.

"Saya berharap kita semua melanjutkan rasa silaturahmi yang sudah dibangun dalam latihan bersama yang hebat ini," sambungnya.

 

 

Latihan wirra jaya 2026 tni ad dan australia di semarang. (istimewa).

Sementara itu, Asops Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Mahmud mengatakan, latihan bersama Wirra Jaya Ausindo 2026 bukan sekadar berorientasi pada peningkatan kemampuan prajurit, melainkan wadah mempererat hubungan bilateral.

"Untuk semakin mempererat hubungan bilateral, memperkuat kerja sama pertahanan, serta meningkatkan interoperabilitas antara TNI Angkatan Darat dan Angkatan Darat Australia dengan berlandaskan prinsip mutual benefit, mutual respect, dan mutual trust," kata Mahmud.

Selama latihan berlangsung, kata Mahmud, para peserta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, memahami prosedur serta mekanisme kerja masing-masing, sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi agar semakin efektif.

Menurut Mahmud, mutual benefit, mutual respect, dan mutual trust bukan sekadar slogan atau semboyan, melainkan telah diwujudkan dalam setiap tahapan pelaksanaan latihan.

"Saya menilai bahwa keberhasilan latihan ini tidak hanya ditentukan oleh pencapaian sasaran latihan, tetapi juga oleh kemampuan kita dalam menghadapi dinamika di lapangan, mengelola risiko, serta membangun kerja sama, komunikasi, dan saling pengertian di antara kedua belah pihak," kata dia.

Latihan wirra jaya 2026 tni ad dan australia di semarang. (istimewa).

Sebagai informasi, Latihan Wirrajaya merupakan latihan bilateral yang melibatkan Batalyon 5/7 Royal Australian Regiment dari Brigade ke-1 Angkatan Darat Australia dan personel TNI Angkatan Darat, termasuk Kostrad dan Kodam. Latihan ini telah berlangsung sejak tahun 2013. Agenda ini dimulai sebagai latihan kolektif tingkat kompi selama 10 hari dan akhirnya berkembang menjadi kegiatan intensif selama tiga minggu.

Agenda tersebut digelar setiap tahun secara bergantian di Australia dan Indonesia. Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun genap, sedangkan Australia menjadi tuan rumah pada tahun ganjil.

Latihan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama pertahanan, meningkatkan interoperabilitas taktis, membangun kepercayaan bersama, serta berbagi pengetahuan mengenai doktrin, peralatan, dan taktik tempur.

Selain itu, latihan ini juga bertujuan memperkuat interoperabilitas antara Angkatan Darat Australia dan TNI Angkatan Darat melalui pertukaran pengetahuan, pembelajaran bersama, serta penguatan rasa saling menghormati dan persahabatan antarpersonel.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi pertolongan pertama tempur (combat first aid), penanganan korban (casualty care), bela diri militer (military self-defence), menembak tempur (combat shooting), hingga operasi drone. Seluruh materi dan keterampilan yang dipelajari akan diperagakan dalam kegiatan puncak latihan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya