Liputan6.com, Panama City - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama hingga merusak sejumlah bangunan dan menimbulkan guncangan kuat di berbagai wilayah. Sekitar 4,6 juta orang merasakan guncangan dengan intensitas sedang hingga parah, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Dikutip dari BBC, Sabtu (10/10/2026), USGS menyatakan dampak gempa tersebut kemungkinan meluas. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, sementara tingkat kerusakan secara keseluruhan masih belum diketahui.
Advertisement
Gempa terjadi pada Jumat, sesaat sebelum pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 18.00 GMT. Pusat gempa berada sekitar 10 kilometer dari Kota Pitaloza Arriba, di wilayah selatan-tengah Panama.
Rekaman video yang beredar di internet memperlihatkan sejumlah bangunan yang diduga runtuh di Kota Penonomé dan Soná. Salah satu video menunjukkan seorang pria berteriak memanggil orang-orang yang kemungkinan terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
"Kami ketakutan. Hanya ada kami berdua, orang tua, di sini. Rumah ini sudah retak dan kami khawatir rumah itu akan roboh menimpa kami," ujar pria berusia 74 tahun tersebut.
Besarnya kerusakan akibat gempa belum dapat dipastikan. Sejumlah gempa susulan berkekuatan besar juga dilaporkan terjadi di dekat pusat gempa awal, yang berpotensi memperburuk situasi di wilayah terdampak.
Gempa tersebut tercatat terjadi pada kedalaman hanya 12 kilometer. Gempa dengan pusat yang lebih dangkal cenderung menimbulkan dampak lebih parah di permukaan.
Warga Panama City Dievakuasi
Di ibu kota Panama City, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari pusat gempa, banyak orang dievakuasi dari gedung-gedung. Mereka terlihat berhamburan ke jalan atau duduk di taman-taman terdekat hingga guncangan berhenti.
Kerusakan di ibu kota sejauh ini tampaknya terbatas pada dampak reruntuhan material yang jatuh dari atap bangunan.
Presiden Panama José Raúl Mulino mengatakan seluruh jajaran pemerintahnya dikerahkan untuk merespons gempa tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan kejadian itu untuk menimbulkan kepanikan.
"Apa yang terjadi tidak boleh digunakan untuk menimbulkan keresahan atau kekacauan," kata Mulino.
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk 11 negara yang bertetangga dengan Panama. Namun, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat kemudian mengonfirmasi bahwa tidak ada ancaman tsunami.
Sementara itu, Terusan Panama, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, dilaporkan tidak terdampak gempa. Hal tersebut disampaikan oleh otoritas yang mengawasi lalu lintas pelayaran di terusan tersebut.
Gempa Terjadi Tiga Hari Sebelum Simulasi Evakuasi
Gempa besar ini terjadi hanya tiga hari sebelum Panama dijadwalkan menggelar latihan evakuasi nasional untuk menghadapi kemungkinan gempa bumi besar.
Peristiwa tersebut juga menyusul gempa bumi dahsyat yang melanda Kolombia dan Venezuela pada awal tahun ini.