Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (8/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi saat investor mencermati ketidakpastian arah suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan kekhawatiran terhadap tingginya utang Amerika Serikat (AS).
Strategi komoditas WisdomTree, Nitesh Shah, menilai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS memperkuat kekhawatiran terhadap beban utang, sehingga emas berpotensi semakin diminati sebagai alternatif aset pemerintah dan mata uang fiat.
Advertisement
Notulen rapat The Fed menunjukkan perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan mengenai alasan dan kebutuhan kenaikan suku bunga.
Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu (10/10/2026):
1. Harga Emas Hari Ini Melejit, Investor Khawatir Tingkat Utang AS
Harga emas sedikit menguat pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026 (Jumat pagi Jakarta). Kenaikan harga emas dunia terjadi setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada sesi sebelumnya, seiring investor menimbang ketidakpastian arah kebijakan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai tingginya tingkat utang Amerika Serikat (AS).
Harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.123,42 per ons pada pukul 14.41 EDT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada Rabu pekan ini. Hal itu akibat tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Simak berita selengkapnya di sini
2. Harga Minyak Hari Ini Melesat 4% Imbas Serangan Iran Meningkat
Harga minyak mentah melonjak tajam pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026 (Jumat pagi Jakarta). Lonjakan harga minyak terjadi seiring meningkatnya serangan Iran terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dan ancaman Badai Isaias terhadap produk lepas pantai AS di Teluk Meksiko.
Harga minyak Brent naik 4%, dan ditutup di US$ 104,28 per barel. Harga minyak WTI melompat 3,6% dan menetap di US$ 91,49 per barel.
Sembilan kapal tanker telah diserang di dalam dan sekitar Selat Hormuz selama sepekan terakhir, yang mengancam pemulihan arus minyak mentah melalui selat tersebut belakangan ini.
Simak berita selengkapnya di sini
3. Profil Thomas Oentoro, Mantan Bos INA Jadi Direktur Utama Garuda Indonesia
Pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro atau Thomas Oentoro menjadi Direktur Utama menggantikan Glenny H. Kairuppan. Thomas punya pengalaman di sektor investasi dan manajemen risiko.
Perubahan pucuk pengurus ini jadi hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis, 8 Oktober 2026. Glenny Kairuppan yang digantikan Thomas didapuk sebagai Komisaris Utama, menggantikan Fadjar Prasetyo, demikian dikutip Jumat, (9/10/2026).
Thomas Oentoro sebelumnya dikenal sebagai Wakil Direktur Utama GIAA. Sebelumnya ia merupakan Komisaris Independen Garuda Indonesia pada 2023–2024. Pengalaman di tingkat pengawasan dan pengurusan memberinya perspektif atas proses pembenahan serta tantangan yang dihadapi perusahaan.