Puan Dorong IPU Perkuat Peran Perdamaian dan Tatanan Global Lebih Adil

Puan berharap pemimpin terpilih IPU, Milton Dick dapat membawa peran forum parlemen dunia itu semakin kuat.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 09 Oktober 2026, 20:16 WIB
Ketua dpr puan maharani di sidang umum IPU ke-153 di Arusha, Tanzania, Jumat (9/10/2026). (istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani mengikuti proses pemilihan Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU). Dia pun berharap Milton Dick terpilih sebagai pimpinan forum parlemen dunia itu dapat membawa IPU memperkuat perannya.

Adapun proses election atau proses pemungutan suara Presiden IPU ke-32 untuk periode 2026-2029 digelar dalam rangkaian Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha, Tanzania, Jumat (9/10/2026).

Untuk pemilihan pimpinan IPU, terdapat tiga calon di mana dua di antaranya yakni Azerbaijan dan Australia memiliki hubungan cukup dekat dengan Indonesia. Ketiga kandidat Presiden IPU tersebut adalah Sahiba Gafarova (Ketua Parlemen Azerbaijan), Milton Dick (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia), dan Rojo Edwards Silva (Senator Parlemen Chile).

“Saya hadir langsung di hari pemilihan Presiden IPU periode 2026-2029. Kehadiran saya adalah bentuk dukungan pribadi dan lembaga parlemen Indonesia terhadap proses pemilihan Presiden IPU ini,” ungkap Puan.

Puan bersama delegasi DPR RI dan delegasi parlemen negara-negara dunia melakukan pemungutan suara untuk memilih Presiden IPU di Arusha International Conference Centre.

Hasil pemungutan suara pun diumumkan langsung. Ketua DPR Australia, Milton Dicks berhasil memenangkan pemilihan sebagai Presiden IPU ke-32 dengan meraih 56% suara. Sementara Ketua Parlemen Azerbaijan, Sahiba Gafarova mendapat 33% suara, dan Senator Parlemen Chile, Rojo Edwards Silva memperoleh sisanya.

Dengan hasil ini, Milton Dicks terpilih untuk menggantikan Tulia Ackson dari Tanzania sebagai Presiden IPU. Puan memberikan selamat untuk Milton Dicks yang akan menjadi pemimpin forum parlemen dunia hingga 2029 mendatang.

“Selamat kepada Yang Terhormat, Ketua DPR Australia Milton Dicks yang terpilih sebagai Ketua IPU ke-32. Kami menantikan gebrakan dan inovasi Mr Milton Dicks dalam memimpin IPU,” tutur Puan.

“Dan tentunya Indonesia memberikan apresiasi untuk Madam Tulia Ackson yang selama 3 tahun telah memimpin IPU dengan baik,” lanjutnya.

Puan pun menyoroti signifikansi peran Presiden IPU di kacah global yang kini tidak menentu.

“Hal ini mengingat peran sentral IPU yang perlu semakin ditingkatkan dalam menangani isu-isu geopolitik yang semakin kompleks serta semakin besar,” ujar Puan.

“Termasuk juga dalam isu ekonomi dan sosial budaya yang mempengaruhi masyarakat dunia,” sambung cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Sebelum pemilihan Presiden IPU ke-32, Puan telah mengikuti rangkaian Sidang Umum IPU ke-153. Ia juga turut menyampaikan pandangannya dalam agenda general debate di Sidang Umum IPU bersama pimpinan parlemen dunia lainnya.

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan para anggota parlemen dari seluruh dunia dalam forum penting ini,” ungkap Puan.

Puan menyatakan, parlemen merupakan jembatan antara kedaulatan rakyat dan kekuasaan negara.

“Parlemen adalah institusi yang harus mengubah suara rakyat menjadi hukum, anggaran, pengawasan, dan kebijakan publik,” tambahnya.

Puan juga mengingatkan, tugas parlemen bukan sekadar menghasilkan kebijakan yang baik di atas kertas, tetapi memastikan kebijakan tersebut bekerja dalam kehidupan rakyat.

“Oleh karena itu, IPU memberikan ruang bagi kita untuk menyuarakan kepentingan bersama, khususnya dalam memperkuat multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta peran parlemen dalam menjawab berbagai tantangan global,” papar Puan.

 

Ketua dpr puan maharani di sidang umum IPU ke-153 di Arusha, Tanzania, Jumat (9/10/2026). (istimewa).

Puan yang merupakan Ketua Majelis Sidang Umum IPU ke-144 tahun 2022 itu menegaskan, parlemen-parlemen dunia mempunyai tanggung jawab bersama.

“Kita harus memastikan globalisasi tidak memisahkan ekonomi dari demokrasi, teknologi dari etika, pertumbuhan dari keadilan, serta kekuasaan dari akuntabilitas,” pesan Puan kepada seluruh anggota IPU.

“Melalui IPU, kita dapat memperkuat kerja sama antarparlemen untuk memastikan tatanan global bukan hanya lebih terhubung, tetapi juga lebih demokratis, lebih adil, dan lebih manusiawi,” tambah Puan.

Tak lupa, Puan memberikan apresiasi kepada Parlemen Tanzania dan IPU atas penyelenggaraan Sidang ini.

“Termasuk atas sambutan hangat yang diberikan kepada kami semua di Arusha,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Kehadiran Puan di 153rd IPU Assembly and Related Meetings di Arusha didampingi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, dan Dubes RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko.

Menurut Irine, urgensi Puan menghadiri IPU di Tanzania adalah untuk membawa isu kepentingan diplomasi Indonesia sekaligus karena adanya pemilihan Presiden IPU yang berlangsung setiap 3 tahun sekali itu.

“Partisipasi Ketua DPR dalam Executive Committee IPU Assembly ke-153 didorong oleh peristiwa 3 tahun sekali pemilihan Presiden IPU untuk masa jabatan 2026-2029,” jelas Irine Yusiana Roba Putri.

“Selain menyaksikan dan turut dalam pemungutan suara, kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU tersebut,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya