Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sehingga hampir ditutup nyaris 6.100 pada penutupan perdagangan saham Jumat, (9/10/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham Rp 10 triliun dan posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.888.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,04% menjadi 6.093,75. Indeks saham LQ45 bertambah 1,35% menjadi 601,66. Seluruh indeks saham acuan menghijau menjelang akhir pekan ini.
Advertisement
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG sebesar 1% pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 mengindikasikan adanya aksi penguatan secara teknikal setelah indeks mengalami tekanan jual cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya.
IHSG pada Kamis, 8 Oktober 2026 terkoreksi 1,88% ke level 6.031,28, sehingga pelemahan tersebut membuka peluang bagi investor untuk melakukan buy on weakness terhadap saham-saham yang dinilai sudah berada pada level harga menarik.
"Pada perdagangan Jumat, penguatan IHSG ditopang oleh sektor industri, barang baku, dan infrastruktur, dengan saham BBCA, AMMN, TLKM, BBRI, dan MORA menjadi beberapa penopang indeks,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
Selain itu, ia menambahkan, kenaikan IHSG juga mencerminkan upaya investor memanfaatkan momentum pemulihan pasar setelah tekanan jual pada perdagangan sebelumnya.
"Namun, pelaku pasar tetap mencermati sejumlah risiko eksternal, terutama arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve yang masih cenderung hawkish, pergerakan imbal hasil US Treasury, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta harga minyak dunia di tengah ketidakpastian geopolitik,” ujar dia.
Dari domestik,Nafan menuturkan, perkembangan daya beli masyarakat dan data penjualan ritel juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi serta kinerja emiten.
“Dengan demikian, kenaikan IHSG hari ini belum serta-merta mengonfirmasi pembalikan tren menuju bullish. Penguatan tersebut masih perlu dikonfirmasi oleh keberlanjutan arus beli, peningkatan volume transaksi, serta kemampuan indeks bertahan di atas level support terdekat,” kata dia.
Investor Diimbau Tetap Selektif
Ia mengingatkan, investor tetap selektif dengan memperhatikan fundamental emiten, valuasi, dan manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar masih berpotensi tinggi.
Pada sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.100,57 dan terendah 5.995,82. Sebanyak 381 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 238 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG dan 172 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.427.348 kali dengan volume perdagangan saham sebesar 38,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.888.
Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham properti turun 0,16%. Sektor saham basic melesat 1,67%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri mendaki 1,51%, sektor saham infrastruktur bertambah 1,15%.
Sementara itu, sektor saham energi mendaki 0,71%, sektor saham consumer nonsiklikal melompat 1,02%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,86%. Lalu sektor saham kesehatan bertambah 0,69%, semtor saham keuangan naik 0,79%, sektor saham teknologi menanjak 0,60% dan sektor saham transportasi bertambah 1,08%.
Gerak Saham
Menjelang akhir pekan ini, saham INET ditutup naik 0,81% menjadi Rp 248 per saham. Harga saham INET dibuka stagnan di Rp 246 per saham. Harga saham INET berada di level tertinggi Rp 252 dan terendah Rp 242 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 8.284 kali dengan volume perdagangan saham 1.567.210 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 38,6 miliar.
Harga saham HUMI menguat 4,27% menjadi Rp 122 per saham. Saham HUMI dibuka stagnan di Rp 117 per saham. Harga saham HUMI berada di level tertinggi Rp 123 dan terendah Rp 115 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.084 kali dengan volume perdagangan saham 228.090 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,7 miliar.
Harga saham MGLV melonjak 7,2% menjadi Rp 13.400 per saham. Harga saham MGLV dibuka menguat 50 poin menjadi Rp 12.550 per saham. Saham MGLV berada di level tertinggi Rp 13.450 dan terendah Rp 12.175 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.012 kali dengan volume perdagangan saham 6.336 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,2 miliar.