Kopi Kenangan Pertimbangkan IPO di Singapura

Pengelola Kopi Kenangan bakal menggelar IPO tetapi masih mempertimbangkan sejumlah bursa saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Oktober 2026, 16:31 WIB
Gerai Kopi Kenangan di Sydney, Australia, foto: dok. Kopi Kenangan

Liputan6.com, Jakarta - Jaringan kedai kopi asal Indonesia yakni Kopi Kenangan yang didukung oleh bintang tenis Serena Williams dan rapper sekaligus pebisnis Jay-Z sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Singapura (SGX). Hal ini seiring rencana perseroan mencatatkan saham dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

“Kamii telah menjalin komunikasi yang cukup intens dengan SGX, dan menurut saya mereka sedang melakukan langkah-langkah hebat untuk membenahi bursa tersebut,” ujar salah satu pendiri sekaligus CEO grup Kenangan Coffee, Edward Tirtanata kepada Strait Times, dikutip Jumat (9/10/2026).

Amerika Serikat, Hong Kong dan Indonesia juga masuk dalam pertimbangan. Sementara itu, opsi pencatatan ganda atau dual listing tetap menjadi kemungkinan yang terbuka.

“Kami memang ingin melantai di bursa saham dalam 24 bulan ke depan. Hanya saja, kami belum memutuskan di bursa mana hal itu akan dilakukan,” ujar dia.

Tirtanata menuturkan, keputusan itu akan bergantung pada apakah kondisi pasar di bursa tertentu dinilai menguntungkan bagi perusahaan kinsmen asal ASEAN pada saat itu.

Sebagai contoh, ia mencatat Hong Kong saat ini mungkin lebih terbuka terhadap perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan bioteknologi, sedangkan bisnis sektor konsumen umumnya mendapat sambutan baik di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX).

Agar SGX dapat terpilih, Tirtanata menyatakan perlunya kejelasan lebih lanjut mengenai bagaimana perusahaan dapat melakukan pencatatan ganda di Singapura dan bursa regional lainnya.

Ia memandang SGX sebagai potensi "pusat" bagi pencatatan ganda yang melibatkan bursa-bursa seperti IDX, Bursa Malaysia, dan Hong Kong Exchanges and Clearing. Namun, ia mencatat belum adanya preseden yang jelas mengenai mekanisme pelaksanaannya.

"Jika saya ingin mencatatkan saham baik di IDX maupun SGX, bagaimana caranya?" tutur dia.

 

 

Tingginya Biaya Sewa

Sejumlah menu Kopi Kenangan di gerainya di India. (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

Ia menambahkan, pihaknya sedang menunggu pedoman yang lebih jelas atau adanya perusahaan lain yang menciptakan preseden sebelum mengambil langkah konkret.

Tirtanata mencontohkan Nasdaq-SGX Global Listing Board (GLB) sebagai kerangka kerja yang memberikan pedoman jelas bagi perusahaan, termasuk mengenai aspek pengalihan saham antar-bursa.

Namun, ia menyebutkan, ambang batas valuasi sebesar US$ 2 miliar atau Rp 35,79 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.900) untuk dapat mencatatkan saham di GLB membuat banyak perusahaan berskala lebih kecil tidak memenuhi syarat tersebut.

Perusahaan kopi serta makanan dan minuman (F&B) selalu menjadi primadona di Bursa Efek Indonesia (IDX), tetapi perusahaan kopi juga bisa menjadi tambahan menarik bagi Bursa Efek Singapura (SGX), yang tengah berupaya melakukan diversifikasi di luar sektor-sektor seperti real estate investment trust (REIT).

"Perusahaan kopi bisa menawarkan sesuatu yang berbeda bagi investor lokal dan membuatnya lebih menarik," ia menambahkan.

 

Pertimbangan IPO

Kopi Kenangan Cipete (Foto: Dok. Kopi Kenangan)

Kenangan Coffee didirikan pada 2017 oleh Tirtanata dan dua teman sekolahnya. Williams dan Jay-Z termasuk di antara sejumlah investor ternama yang mendukung perusahaan ini, dengan menanamkan modal dalam jumlah yang tidak diungkapkan pada putaran pendanaan awal (seed funding) pada 2019.

IPO tidak akan digunakan terutama untuk membiayai ekspansi Kenangan Coffee, karena gerai-gerai barunya sebagian besar didanai oleh arus kas internal.

“Sebaliknya, pencatatan saham di bursa akan memberikan pasar yang lebih likuid bagi investor awal perusahaan untuk kepemilikan saham mereka dan memungkinkan mereka merealisasikan investasi tersebut,”ujar Tirtanata.

Ia menambahkan, dirinya tidak berniat keluar dari bisnis ini dan berencana untuk tetap bersama perusahaan setidaknya selama satu dekade ke depan.

Kenangan Coffee memiliki 10 gerai di Singapura, tempat mereka membuka gerai pertamanya di Raffles City pada 2023.

Namun, meskipun penjualan di gerai-gerai Singapura termasuk yang tertinggi di antara tujuh pasar tempat perusahaan beroperasi, tingginya biaya sewa dan belanja modal membuat ekspansi cepat di sana lebih berisiko dibandingkan di Indonesia atau Malaysia di mana Kenangan Coffee berencana membuka sekitar 85 gerai di Malaysia dan hampir 390 gerai di Indonesia pada 2026.

 

Ekspansi di Singapura

Sebaliknya, perusahaan tidak memiliki target pasti untuk Singapura dan hanya akan melakukan ekspansi jika berhasil mendapatkan lokasi dengan biaya sewa yang memungkinkan gerai menghasilkan imbal hasil yang memadai.

"Satu gerai yang tidak menguntungkan di Singapura bisa setara dengan empat hingga lima gerai yang menguntungkan" dalam hal dampaknya terhadap laba,” ujar dia.

Grup ini mungkin saja membuka satu atau dua gerai di lokasi strategis demi tujuan branding, tapi Tirtanata mengatakan, ekspansi cepat di Singapura tidak masuk akal secara finansial.

"Singapura sebenarnya adalah pasar yang hebat untuk F&B dari sisi pendapatan. Namun, dari segi struktur biaya, pasar ini menghadirkan tantangan, terutama terkait biaya sewa," ujar dia.

Persaingan di pasar lokal juga sangat ketat. Raksasa kopi asal China, Luckin Coffee, bahkan telah mengoperasikan 103 gerai di sini hanya dalam waktu tiga tahun sejak kehadirannya di Singapura.

 

Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi yang cermat dan disiplin lebih penting daripada sekadar ekspansi yang cepat. "Memiliki 100 gerai di sini belum tentu membantu kami mendapatkan harga sewa yang lebih rendah," ujar dia.

Terkait aspek pengadaan, Singapura mendapatkan keuntungan dari jaringan regional Kenangan yang memungkinkannya memperoleh bahan baku dan kemasan dengan biaya lebih rendah di seluruh kawasan ASEAN.

Ia menuturkan, pengiriman barang dari Indonesia tergolong murah. "Biaya mengirim barang saya ke Sulawesi lebih mahal daripada ke Singapura,” ujar dia.

Meski demikian, Singapura memiliki nilai strategis yang melampaui sekadar keuntungan yang dihasilkan di sana. Sebagai contoh, ia menuturkan, gerai pertamanya di Raffles City turut menarik minat mitra yang ingin membawa merek tersebut ke Filipina dan Taiwan.

"Jika Anda berhasil di sini, tentu ada efek positif yang mendukung langkah Anda untuk membuka gerai di Filipina, Malaysia, dan negara-negara lainnya,” kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya