Kumpulan Hoaks Terbaru Menyasar Menteri Kabinet Merah Putih, Simak Faktanya

Cek Fakta Liputan6.com mengumpulkan sejumlah hoaks yang menerpa menteri kabinet merah putih

oleh Nur HabibieDiterbitkan 09 Oktober 2026, 18:00 WIB
Sejumlah hoaks dikaitkan dengan nama Menteri Kabinet Merah Putih.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Hoaks ini tentu harus diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Berikut hoaks yang menimpa beberapa menteri Kabinet Merah Putih:

1.Cek Fakta: Hoaks Artikel Nusron Wahid Sebut Semua Menteri Setor Hasil Korupsi ke Jokowi

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Nusron Wahid menyebut semua menteri setor hasil korupsi ke Jokowi. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 20 September 2026. Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul:

"Nusron Wahid: Setoran Hasil korupsi ke Presiden Jokowi Semua Menteri Setor, kecuali Gibran"

Akun itu menambahkan narasi, "sekebon".

Lalu benarkah postingan artikel Nusron Wahid menyebut semua menteri setor hasil korupsi ke Jokowi? Simak penelusuran berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Video Menteri P2MI Umumkan Dana Bantuan untuk Pekerja Migran

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan dana bantuan untuk pekerja migran. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 September 2026.

Dalam video unggahan yang beredar, tampak tayangan berita dari Kompas TV yakni berupa pernyataan dari Menteri P2PMI Mukhtarudin mengenai bantuan dari BP2PMI.

Berikut isi transkripnya:

"Pemirsa, bantuan sosial BP2PMI untuk TKI dan TKW telah diresmikan. Berikut penjelasan ketua umum BP2PMI.

Salam sejahtera bagi kita semua pada hari ini tanggal 23 Agustus 2026 saya ingin menyampaikan kepada para pekerja migran bahwa hari ini telah resmi disalurkan dana bantuan pemulangan pekerja migran senilai Rp 150 juta. Bagi para pekerja migran yang ingin kembali ke Tanah Air segera daftarkan diri anda dari sekarang"

Unggahan disertai keterangan sebagai berikut:

"Dengan ini Indonesia ingin memberikan dana bantuan ke 15 TKI sebesar 300 juta sebagai pejuang devisa negara Indonesia"

Terdapat link kirim pesan dalam unggahan yang beredar tersebut.

Lalu benarkah klaim video Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan dana bantuan bagi pekerja migran? Simak penelusuran berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Menteri Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sudah Sah di Mata Hukum

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Yusril Ihza Mahendra menyebut ijazah Jokowi sudah sah di mata hukum. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 April 2026.

Dalam postingannya terdapat foto Menteri Yusril dengan narasi:

"Yusril Sebut Ijasah Jokowi Sah di Mata Hukum...!! Kalo Palsu Sudah Digugat Dari Dulu Ngapain Ribut Sekarang"

Akun itu menambahkan narasi:

"Mengatakan bahwa ijazah jokowi telah sah dimata hukum dan ga usah lagi diperdebatkan..

Kalau palsu harusnya daridulu digugat ngapain baru sekarang diributkan.

Masyarakat diminta agar tidak lagi meributkan ijazah jokowi masih banyak urusan lain yang harus diselesaikan

Kita sudahi semuanya dan harus bersatu demi membangun bangsa..."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Yusril Ihza Mahendra menyebut ijazah Jokowi sudah sah di mata hukum? Simak penelusuran berikut ini...

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya