Liputan6.com, Jakarta - Andovi da Lopez mengaku menemui tantangan unik saat memerankan Jonas Prakoso di film BAPAK PALING JUJUR. Karakter calon gubernur itu sama sekali tidak menyelipkan bahasa Inggris dalam ucapannya, sangat berbeda dari kebiasaan Andovi sehari-hari.
BAPAK PALING JUJUR diproduksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope, disutradarai Fajar Nugros, dan akan tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026. Bercerita tentang Jonas Prakoso, merupakan calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya. Semuanya berubah ketika kutukan sang nenek membuatnya tidak bisa berbohong. Jonas juga kehilangan filter, sehingga apa pun yang ada di kepalanya langsung terucap dan membawa konsekuensi pada kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga kehidupan pribadinya.
Advertisement
Pengalaman Syuting dan Pemakaian Bahasa Inggris
Andovi tak menampik bahwa dirinya memang lebih nyaman berbicara dengan menyelipkan bahasa Inggris. Meski begitu, ia merasa kemampuan berbahasa Indonesianya cukup memadai untuk perannya.
"Tapi enggak, kebetulan bahasa Indonesia saya juga lumayan oke ya, menurut saya ya," ungkap Andovi da Lopez saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).
Andovi juga mengingat momen saat Fajar Nugros mengarahkannya pada adegan tertentu yang kini tampil di trailer. Sang sutradara awalnya meminta Andovi merasakan emosi adegan dengan bahasa Indonesia. Lama-lama, Fajar justru beralih memakai bahasa Inggris untuk memancing penghayatan sang aktor.
"Andovi, feel it! Feel it, ini in this, your grandma just died! Feel it!" ujar Fajar Nugros, seperti ditirukan Andovi.
Sulit tapi Dijalani
Menurut Andovi, Fajar Nugros tahu betul pemicu yang bisa membuatnya masuk ke dalam karakter. Cara itu membantu Andovi menghidupkan Jonas, calon gubernur yang kehilangan kemampuan berbohong. Meski demikian, ia tidak menutupi bahwa prosesnya tidak mudah.
"Jadi, but it was hard, ya," tutur Andovi da Lopez.