Liputan6.com, Jakarta - Jasmine Yen melangkah ke dalam sorotan sekaligus bayang-bayang lewat single terbarunya, "SWEAT", yang kini sudah tersedia di seluruh platform streaming. Dirilis pada 2 Oktober 2026, lagu dark pop ini menandai era baru bagi sang penyanyi dengan memadukan kemegahan teatrikal, sikap fashion-forward, dan emosi yang tak terbendung.
Dibangun lewat synth yang muram, bassline menggelegar, dan vokal sultry yang penuh kendali, "SWEAT" menghadirkan nuansa yang menghantui namun tetap bisa dibawa berdansa. Lagu ini menjelajahi tema hasrat, obsesi, dan sensasi memabukkan saat kehilangan kendali.
Advertisement
Dark Pop yang Terasa Seperti Runway Show
"SWEAT" bukan sekadar lagu, melainkan sebuah pernyataan. Lagu ini mengambil aura ikon-ikon dark pop sambil menciptakan jalurnya sendiri, dengan sisi rapuh dan garang yang hadir bersamaan.
"Aku ingin 'SWEAT' terasa seperti sebuah runway show, indah, gelap, dan sedikit berbahaya," ujar Jasmine. "Setiap suara, setiap lirik, setiap visual dimaksudkan untuk membawamu ke dunia yang intens, teatrikal, dan tanpa ragu berkiblat pada fashion. Ini adalah diriku yang paling jujur sejauh ini."
Video Musik di Stockholm dengan Busana High Fashion
Video musik "SWEAT" disutradarai Erik He dan direkam langsung di Stockholm. Seluruh adegannya berlatar indoor dengan latar yang tegas dan atmosferik, menyoroti fisik dan intensitas emosi Jasmine lewat koreografi yang mengalir, improvisasi spontan, dan ekspresi diri tanpa batas.
Jasmine tampil dalam busana high fashion bergaya skulptural yang menonjol di tengah interior yang temaram, menguasai setiap bingkai dengan kehadiran layaknya performer berpengalaman. Visual ini terinspirasi reputasi Stockholm sebagai ibu kota fashion dan desain dunia.
Babak Baru sebagai Artis Independen
Rilisnya "SWEAT" menandai evolusi artistik penting bagi penyanyi sekaligus penulis lagu berusia 22 tahun ini, sekaligus rilisan besar pertamanya sebagai artis independen. Ia meninggalkan introspeksi remaja dari album debut "Tbh" dan nostalgia hit 2024 "Forever 19", menuju identitas musik yang lebih gelap dan dewasa dengan kendali kreatif penuh. Perjalanannya, dari meraih beasiswa separuh ke Berklee College of Music hingga melihat "Forever 19" masuk Top Ten International Gold Songs versi RTHK, mengantarnya ke momen pembebasan artistik ini.
"Menjadi independen memberiku kebebasan untuk mengambil risiko dan sepenuhnya tanpa penyesalan soal apa yang ingin kuciptakan," ungkapnya. "'SWEAT' adalah representasi paling jujur tentang siapa aku saat ini, gelap, ekspresif, teatrikal, dan benar-benar bebas. Ini baru permulaan."
Untuk merayakan rilis single ini, Jasmine akan menggelar dan mengikuti sesi Pilates spesial bertajuk SWEATCLUB bersama teman dan penggemar di YogaSeeds, Singapura, pada 13 Oktober. Acara ini dirancang sebagai pengalaman komunitas yang intim, memadukan gerakan, musik, dan wellness.
Jasmine Yen sendiri merupakan penyanyi dan penulis lagu independen asal Hong Kong/Los Angeles yang mulai menggubah musik sejak usia tujuh tahun. Putri aktor ternama Donnie Yen dan manajer Cissy Wang ini menempuh jalurnya sendiri lewat musik yang memadukan pop, R&B, dan alternatif dengan pesan yang memberdayakan bagi generasinya.