Liputan6.com, Jakarta - Tamara Dai mengungkap pengalaman tidak menyenangkan setelah wajah dan tubuhnya direkayasa menggunakan artificial intelligence (AI) tanpa persetujuannya. Video tersebut menampilkan dirinya dengan pakaian minim dan bagian dada yang terekspos, lalu digunakan sebagai materi promosi produk skincare.
Dalam unggahan Instagram pribadinya, @tamaradai, Kamis (8/10/2026), Tamara menjelaskan bahwa namanya dicantumkan dalam caption seolah-olah bekerja sama dengan brand tersebut.
Advertisement
"Teknologi boleh berkembang sejauh apa pun. Tapi hak seseorang atas dirinya sendiri tetap bukan sesuatu yang bisa di-generate," tulis Tamara dalam keterangan unggahannya.
Saat video beredar, Tamara sedang berada di luar negeri dengan akses internet terbatas. Ia juga mengaku telah menghubungi pemilik brand skincare yang sempat mengunggah ulang video tersebut, tetapi DM-nya belum dibaca maupun dibalas.
"Aku sadar aku bukan siapa-siapa. Aku hanya seorang fashion creator kecil yang mungkin tidak terkenal. Tapi aku tetap seorang perempuan. Dan aku tetap punya hak untuk menentukan bagaimana wajah dan tubuhku digunakan," tulisnya.
Kronologi Munculnya Video AI Tamara Dai
Tamara menyebut video tersebut pertama kali diunggah pada 24 September 2026 oleh pembuat AI yang juga mengajaknya berkolaborasi. Setelah mengetahui konten itu menggunakan identitasnya tanpa izin, ia mengirimkan DM untuk meminta penghapusan. Pesannya dibaca, tetapi tidak mendapat balasan hingga 7 Oktober.
Pada tanggal tersebut, seorang pengikut memberi tahu sang influencer bahwa video itu diunggah ulang oleh sebuah akun media dengan tulisan "rahasia glowing di tengah pertarungan sengit". Konten kreator itu kemudian mempertanyakan tujuan penggunaan videonya dalam konteks promosi produk.
Video tersebut akhirnya dihapus pada 7 Oktober sekitar pukul 21.00. Keesokan paginya, tepatnya 8 Oktober pukul 08.00, pembuat AI mengirimkan permintaan maaf melalui DM. Tamara juga menyebut unggahan ulang oleh pemilik brand skincare sudah tidak terlihat.
Kerugian yang Disebabkan
Meski kontennya telah dihapus, Tamara menilai persoalan tersebut belum selesai begitu saja karena jejak digital dan dampaknya terhadap reputasi masih menjadi kekhawatiran.
Tamara menegaskan bahwa kerugian yang ia rasakan bukan hanya soal materi, tetapi juga soal kepercayaan followers. Sebagai fashion creator, ia selektif dalam menerima endorsement skincare karena produk yang dipromosikannya merupakan produk yang benar-benar ia gunakan dan telah ia coba sendiri.