Rekomendasi Saham Analis 9 Oktober 2026: MEDC, DSSA, DEWA, BRIS, ISAT, ADMR

Analis menuturkan, IHSG menguji tes support di 6.000 pada perdagangan saham Jumat, (9/10/2026). Berikut rekomendasi saham hari ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Oktober 2026, 10:51 WIB
Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Jumat, (9/10/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham hari ini?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 1,88%, tetapi masih disertai dengan aksi jual asing Rp 848 miliar pada Kamis, 8 Oktober 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBRI, BMRI, AMMN, ANTM dan TLKM.

"IHSG berpotensi tes support kuat di 6.000, dan jika kuat di level tersebut berpotensi kembali rebound,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.950-6.000 dan level resistance 6.070-6.210.

Rekomendasi Saham

Fanny memilih saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Rekomendasi Teknikal

Trading Idea hari ini: MEDC, DSSA, DEWA, BRIS, ISAT, dan ADMR

  • MEDC Spec Buy dengan area beli di 1.420-1.445, cutloss di bawah 1.420. Target dekat di 1.455-1.475.
  • DSSA Spec Buy dengan area beli di 1.075-1.100, cutloss di bawah 1.055. Target dekat di 1.125-1.155.
  • DEWA Spec Buy dengan area beli di 350-356, cutloss di bawah 350. Target dekat di 364-376.
  • BRIS Spec Buy dengan area beli di 1.335, cutloss di bawah 1.300. Target dekat di 1.365-1.400.
  • ISAT Spec Buy dengan area beli di 2.110-2.140, cutloss di bawah 2.100. Target dekat di 2.170-2.200.
  • ADMR Spec Buy dengan area beli di 1.480-1.500, cutloss di bawah 1.480. Target dekat di 1.530-1.550.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 8 Oktober 2026

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga meninggalkan posisi 6.100 pada penutupan perdagangan saham Kamis, (8/10/2026). Koreksi IHSG hari ini seiring mayoritas sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini anjlok 1,88% menjadi 6.031,28. Indeks saham LQ45 susut 1,99% menjadi 593,63. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya. Di sisi lain, pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa regional Asia yang terkoreksi setelah kenaikan harga minyak mentah yang berada di level US$ 90-103/barel akibat eskalasi Timur Tengah dan akan meningkatkan kembali kekhawatiran pasar akan inflasi energi. Selain itu, FOMC Minutes juga menunjukkan nada hawkish.

"Kemudian FOMC Minutes semalam lebih condong ke hawkish untuk kebijakan suku bunganya dan akan naik di akhir 2026, hal tersebut memicu kenaikan yield obligasi pemerintah AS yang diperkirakan akan memperketat likuiditas,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.179,09 dan terendah 6.031,28. Sebanyak 497 saham melemah sehingga bebani IHSG. 171 saham menguat dan 119 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.953.214 kali dengan volume perdagangan saham 63,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.903.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 0,70% dan sektor saham transportasi mendaki 0,61%. Sektor saham energi turun 2,77%, sektor saham basic melemah 2,04%. Lalu sektor saham industri terpangkas 2,86%, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,73%, sektor saham consumer siklikal merosot 2,09%, sektor saham keuangan turun 1,22%. Selanjutnya sektor saham properti melemah 1,07%, sektor saham teknologi merosot 0,37%, dan sektor saham infrastruktur turun 2,54%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya