Bursa Saham Asia Hari Ini Lesu, Indeks Nikkei Susut 1%

Bursa saham Asia Pasifik cenderung melemah pada perdagangan saham Jumat, (9/10/2026). Saham teknologi di Jepang melemah.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Oktober 2026, 09:08 WIB
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Jumat pagi (9/10/2026). Indeks Nikkei di Jepang turun hingga 1%.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,76%. Indeks Topix sedikit berubah. Indeks ASX 200 menguat 0,37%.

Saham teknologi di Jepang tertekan, mengikuti saham teknologi di Amerika Serikat. Hal ini seiring investor mencermati laporan pendapatan OpenAI.

Indeks Nikkei kembali turun lebih dari 1%. Index Topix tergelincir 0,2%. Indeks ASX 200 di Australia naik 0,37%. Indeks Hang Seng di Hong Kong bertambah 0,7%. Indeks CSI300 di China melemah 0,48%. Sedangkan bursa saham Korea Selatan libur.

Di Amerika Serikat, saham SpaceX naik 2% dalam perdagangan di luar jam bursa setelah perusahaan roket itu mengumumkan kesepakatan membeli portofolio spektrum nasional.

Saham AT&T, Verizon dan T-Mobile turun seiring investor khawatir kesepakatan itu dapat meningkatkan persaingan.

Saham-saham terkait AI turun pada Kamis setelah CNBC mengonfirmasi OpenAI memberi tahu para investor perusahaan tersebut mencatat pendapatan tahunan (annualized revenue) sebesar US$ 50 miliar pada akhir September. Angka US$ 68 miliar sempat dilaporkan secara luas bulan lalu, meskipun seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan angka itu juga mencakup pendapatan kotor dari mitra.

CoreWeave turun lebih dari 7%, sementara Oracle, Intel, dan Super Micro Computer semuanya turun sekitar 5%. Advanced Micro Devices turun hampir 4%, sedangkan Nvidia turun hampir 3%.

"Jika kita mengalami beberapa hari seperti ini, kita bisa melihat penurunan tajam pada saham-saham terkait AI," kata Analis Man Group, Kristina Hooper dalam acara CNBC "Closing Bell: Overtime."

"Hal itu bisa membuat sentimen investor memburuk,” ia menambahkan.

 

Kinerja Wall Street

Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Indeks Nasdaq Composite turun lebih dari 1%, mencatat penurunan harian terbesar sejak pertengahan Agustus. Pada Kamis menandai hari kedua penurunan berturut-turut bagi indeks yang didominasi saham teknologi tersebut, setelah sebelumnya sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada awal pekan ini.

Kelesuan sektor teknologi menyeret indeks S&P 500 turun 0,5%, menandai hari kedua berturut-turut indeks tersebut berada di zona merah. Namun, indeks blue-chip Dow melawan tren penurunan tersebut, dengan indeks yang mencakup 30 saham itu mengakhiri sesi sedikit di atas posisi datar (flat).

Indeks Dow dan Nasdaq Composite sama-sama berada di posisi yang relatif datar (flat) sepanjang pekan ini hingga saat ini. Indeks S&P 500 yang mencakup pasar luas berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,6%.

Para investor akan memantau laporan laba Delta Air Lines sebelum pembukaan perdagangan pada hari Jumat. Data sentimen konsumen untuk Oktober juga diperkirakan akan dirilis pada pagi hari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya