Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan penyelesaian transaksi berdasarkan jual beli saham bersyarat pada 7 Oktober 2026 dengan PT Jhonlin Baratama.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/10/2026), manajemen Bayan Resources telah menerima surat pemberitahuan dari Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 8 Oktober 2026 yang menyampaikan transaksi dalam perjanjian jual beli bersyarat (PJBS) telah diselesaikan pada 7 Oktober 2026.
Advertisement
Berdasarkan PJBS, Dato’ Low Tuck Kwong telah mengalihkan 10.067.421.703 saham biasa perseroan dan Elaine Low telah mengalihkan 16.666.667 saham biasa perseroan kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Usai penyelesaian transaksi, Jhonlin Baratama memiliki 10.084.088.370 saham biasa BYAN atau setara 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, Dato’Low Tuck Kwong memiliki 3.316.166.832 saham biasa perseroan atau setara 9,95% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Lalu Elaine Low memiliki 7.350.500.368 saham biasa perseroan atau setara 22,05% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Perseroan menyatakan tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat menganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan. Perseroan juga menegaskan tidak ada perubahan pengendali.
“Tidak ada perubahan pengendalian di perseroan,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi BEI.
Berdasarkan data Google Finance, harga saham BYAN melemah 2,19% menjadi Rp 12.275 per saham pada Kamis, 8 Oktober 2026. Harga saham BYAN berada di level tertinggi Rp 12.800 dan terendah Rp 12.200. Kapitalisasi pasar saham Rp 373,22 triliun.
Transaksi BYAN Tembus Rp 26,1 Triliun di Pasar Negosiasi
Sebelumnya, transaksi harian saham mencapai Rp 32,9 triliun pada perdagangan saham Rabu, (7/10/2026) saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada sesi kedua. Adapun lonjakan transaksi harian saham itu terjadi seiring transaksi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang signifikan di pasar negosiasi.
Berdasarkan data RTI pada pukul 14.32, transaksi harian saham BYAN di pasar negosiasi mencapai Rp 26,1 triliun. Harga saham BYAN turun 76,53% mencapai Rp 2.588 per saham dengan frekuensi perdagangan saham sebanyak tiga kali. Sedangkan volume perdagangan saham mencapai 100.840.883 saham. Di pasar negosiasi, harga saham BYAN berada di level tertinggi dan terendah Rp 2.588 per saham.
Di pasar regular, harga saham BYAN merosot 6,32% menjadi Rp 12.600 per saham. Saham BYAN dibuka stagnan di Rp 13.450 per saham. Harga saham BYAN berada di level tertinggi Rp 14.250 dan terendah Rp 12.500 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.103 kali dengan volume perdagangan saham 100.895.344 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26,2 triliun.
Sektor Saham
Sementara itu, pada sesi kedua perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,71% menjadi 6.149,40. IHSG dibuka naik menjadi 6.210,41 dari penutupan sebelumnya 6.192,92. Sebanyak 393 saham melemah sehingga bebani IHSG. Akan tetapi, 228 saham menguat dan 163 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.148.705 saham dengan volume perdagangan saham 37,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 33 triliun.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi susut 1,45%, sektor saham basic melemah 1,1%, sektor saham industri terperosok 1,41% dan sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,30%.
Di sisi lain, sektor saham siklikal terpangkas 1,07%, sektor saham kesehatan merosot 0,52%, sektor saham keuangan turun 0,08%, sektor saham properti tergelincir 1,27%.
Lalu sektor saham teknologi terpangkas 0,11%, sektor saham infrastruktur melemah 0,84% dan sektor saham transportasi turun 0,67%.