Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Parta Niaga memiliki banyak Program Tanggung Jawab Lingkungan (PTJL) yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya ada di Nusa Tenggara Barat.
Sekolah Alam Anak Pesisir menjadi nama dari program yang mendapatkan dukungan maksimal dari PTJL Pertamina Patra Niaga itu. Sekolah tersebut terletak di Dusun Madak Beleq, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Advertisement
VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati merasa bangga dengan Sekolah Alam Anak Pesisir yang mendapatkan banyak dukungan dari pihaknya.
"Nah, ini salah satu program unggulan kami dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Integrated Terminal Ampenan. Nah, bagaimana programnya? Jadi program ini adalah memberikan edukasi kepada anak-anak di sekitar sini, jadi anak-anak ini sekitar usia SD kemudian SMP, untuk memberikan edukasi terkait lingkungan," ujarnya di Lombok Barat, Kamis (10/8/2026).
Edukasi untuk Anak-Anak
Sekolah Alam Anak Pesisir memiliki beberapa misi mulia. Salah satunya adalah mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak di Nusa Tenggara Barat.
Terutama anak-anak yang tinggal di Kawasan pesisir. Mereka dididik untuk menjaga sekaligus memanfaatkan kawasan hutan mangrove.
"Memberikan edukasi kepada anak-anak bagaimana misalkan menanam mangrove, kemudian menanam bibit mangrove, kemudian mengolah mangrove, dan juga di sini ada permainan tradisional anak-anak," jelas Dian Hapsari Firasati.
Ada satu aspek penting yang tidak bisa dilepaskan dari Sekolah Alam Anak Pesisir, yakni mendorong anak-anak untuk tetap bermain.
Para pengelola Sekolah Alam Anak Pesisir bahkan menciptakan yang Namanya Pertakid atau Permainan Tradisional Anak Indonesia yang kemudian sudah dipatenkan.
"Di dalam permainan itu ada edukasi lingkungan juga yang diberikan," tandas Dian Hapsari Firasati.
Mengenai Sekolah Alam Anak Pesisir
Sekolah Alam Anak Pesisir merupakan program pendidikan alternatif berbasis lingkungan yang didirikan oleh Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Ampenan bekerja sama dengan komunitas Sanggar Jalan Pulang di Desa Cendi Manik, Lombok Barat.
Program yang dimulai pada 2024 ini dirancang khusus untuk anak-anak usia TK hingga SMP di kawasan pesisir agar mendapatkan akses pendidikan gratis yang inklusif setiap hari Sabtu dan Minggu sore. Dibimbing oleh para pemuda lokal, sekolah ini berfokus pada pengembangan literasi dasar, numerasi, dan penguatan karakter bagi anak-anak keluarga nelayan setempat.
Dengan menerapkan prinsip experiential learning (belajar dari pengalaman langsung), proses pembelajaran sepenuhnya memanfaatkan alam bebas dan ekosistem pantai sebagai ruang kelas. Melalui konsep 3E (Education, Environment, Empowerment), anak-anak tidak hanya diajarkan teori akademik, tetapi juga diajak langsung untuk mencintai lingkungan melalui aksi bersih pantai, pengenalan ekosistem kebaharian, dan penanaman kesadaran ekologis sejak dini.
Langkah ini diharapkan mampu membentuk generasi pesisir yang tangguh, mandiri, dan peduli terhadap kelestarian laut mereka di masa depan. (Hery Kurniawan)