Duel Panas Jorge Martin dan Marc Marquez di MotoGP Mandalika: Hanya Terpaut 2 Poin!

Jorge Martin dan Marc Marquez hanya terpaut dua poin di klasemen MotoGP 2026

oleh Asad ArifinDiterbitkan 08 Oktober 2026, 20:12 WIB
Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, memimpin di depan pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez, dalam balapan MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 4 Oktober 2026. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jorge Martin dan Marc Marquez akan kembali terlibat dalam duel panas perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Persaingan keduanya kini semakin ketat karena Martin hanya unggul dua poin atas Marquez di puncak klasemen.

MotoGP Mandalika akhir pekan ini menjadi salah satu seri penting dalam perburuan gelar. Memasuki fase penentuan musim, setiap poin yang diraih Martin maupun Marquez bisa berdampak besar terhadap posisi mereka di klasemen.

Aleix Espargaro menilai Martin telah menunjukkan performa luar biasa karena mampu memberikan perlawanan langsung kepada Marquez. Pembalap penguji HRC itu bahkan menyoroti catatan Marquez yang belum pernah kalah dalam pertarungan perebutan gelar secara langsung sepanjang kariernya.

Bagi Martin, tekanan persaingan dengan Marquez tidak membuat kepercayaan dirinya menurun. Pembalap Pramac tersebut justru merasa semakin cepat dan yakin timnya telah menemukan solusi untuk berbagai persoalan yang muncul sepanjang musim.


Aleix Espargaro Kagum dengan Perlawanan Jorge Martin

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin (kiri) dan pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez (kanan), berkompetisi selama Grand Prix MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 1 Maret 2026. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Aleix Espargaro memuji Jorge Martin dan mantan timnya, Aprilia, karena mampu menantang Marc Marquez dalam perebutan gelar juara MotoGP musim ini. Espargaro yang kini berstatus pembalap penguji HRC juga kembali tampil di MotoGP Mandalika sebagai pengganti Joan Mir.

Kehadiran Espargaro di Indonesia terjadi ketika sahabat dekatnya, Martin, sedang memimpin klasemen dengan keunggulan tipis atas Marquez. Kondisi tersebut membuat pertarungan kedua pembalap menjadi salah satu sorotan utama menjelang MotoGP Mandalika.

"Ini adalah kejuaraan yang sangat menarik," ujar Espargaro dikutip dari Crash.net.

"Sepanjang kariernya, Marc belum pernah kalah dalam pertarungan perebutan gelar secara langsung (head-to-head). Jadi, apa yang dilakukan Jorge sungguh luar biasa. Saya ikut senang untuknya. Saya juga sangat senang untuk Aprilia, harus saya akui," imbuh Espargaro.


MotoGP Mandalika Jadi Awal Fase Penentuan Gelar

Pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, berpartisipasi dalam balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Jorge Martin datang ke Mandalika dengan modal kepercayaan diri setelah merasa perkembangan motornya semakin positif. Ia menilai indikator terpenting bukan sekadar hasil balapan, melainkan sensasi yang didapat ketika berada di atas motor.

"Saya merasa percaya diri bukan karena hasil balapan, melainkan karena sensasi yang saya rasakan saat mengendarai motor; saya merasa semakin cepat," ujar Martin.

"Kami memiliki solusi untuk setiap masalah. Jadi, menurut saya kami telah membuat kemajuan yang baik bersama motor dan tim, serta tiba di momen yang tepat," kata Martin.

Martin menyadari persaingan MotoGP selalu sulit diprediksi, terutama ketika jarak poin antara dua kandidat juara begitu tipis. Karena itu, pembalap Pramac tersebut menempatkan konsistensi dan perolehan poin sebagai prioritas utama di setiap seri yang tersisa.

"Namun, kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di MotoGP. Seperti biasa, yang terpenting adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin," tegas Martin.

Sumber: Crash

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya