Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga meninggalkan posisi 6.100 pada penutupan perdagangan saham Kamis, (8/10/2026). Koreksi IHSG hari ini seiring mayoritas sektor saham yang tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini anjlok 1,88% menjadi 6.031,28. Indeks saham LQ45 susut 1,99% menjadi 593,63. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya. Di sisi lain, pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa regional Asia yang terkoreksi setelah kenaikan harga minyak mentah yang berada di level US$ 90-103/barel akibat eskalasi Timur Tengah dan akan meningkatkan kembali kekhawatiran pasar akan inflasi energi. Selain itu, FOMC Minutes juga menunjukkan nada hawkish.
"Kemudian FOMC Minutes semalam lebih condong ke hawkish untuk kebijakan suku bunganya dan akan naik di akhir 2026, hal tersebut memicu kenaikan yield obligasi pemerintah AS yang diperkirakan akan memperketat likuiditas,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.179,09 dan terendah 6.031,28. Sebanyak 497 saham melemah sehingga bebani IHSG. 171 saham menguat dan 119 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.953.214 kali dengan volume perdagangan saham 63,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.903.
Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 0,70% dan sektor saham transportasi mendaki 0,61%. Sektor saham energi turun 2,77%, sektor saham basic melemah 2,04%. Lalu sektor saham industri terpangkas 2,86%, dan catat koreksi terbesar.
Sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,73%, sektor saham consumer siklikal merosot 2,09%, sektor saham keuangan turun 1,22%. Selanjutnya sektor saham properti melemah 1,07%, sektor saham teknologi merosot 0,37%, dan sektor saham infrastruktur turun 2,54%.
Gerak Saham
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, saham LPKR merosot 2,13% menjadi Rp 46 per saham. Harga saham LPKR dibuka naik satu poin menjadi Rp 48 per saham. Saham LPKR berada di level tertinggi Rp 48 dan terendah Rp 46 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.236 kali dengan volume perdagangan saham 1.056.897 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,9 miliar.
Harga saham BBCA merosot 0,83% menjadi Rp 6.000 per saham. Harga saham BBCA dibuka naik 50 poin menjadi Rp 6.100 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 6.150 dan terendah Rp 6.000 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 19.315 kali dengan volume perdagangan saham 1.340.618 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 811,1 miliar.
Harga saham BUMI terpangkas 3,33% menjadi Rp 174 per saham. Saham BUMI dibuka turun satu poin menjadi Rp 179 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 182 dan terendah Rp 174 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 30.205 kali dengan volume perdagangan saham 18.766.516 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 332,4 miliar.