17 Oktober 1989: Gempa Loma Prieta, Bencana Mematikan dalam Sejarah AS

Selain bangunan rata dengan tanah, gempa tanggal 17 Oktober 1989 ini menyebabkan pertandingan baseball terhenti.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 17 Oktober 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi San Francisco (Unsplash/Rockwell branding agency)

Liputan6.com, Washington D.C - Salah Satu Gempa Paling Mematikan dalam Sejarah AS mengguncang Wilayah Teluk San Francisco yang menewaskan 67 orang dan menyebabkan kerugian lebih dari US$ 5 miliar (Rp 89,4 triliun) terjadi pada 17 Oktober 1989. Walaupun ini adalah salah satu gempa bumi paling kuat dan paling merusak yang pernah melanda kawasan padat penduduk di Amerika Serikat, jumlah korban jiwanya bisa jauh lebih parah.

Dikutip dari History.com, Sabtu (17/10/2026), dekatnya Sesar San Andreas dengan San Francisco sudah banyak diketahui selama sebagian besar abad ke-20, tapi pengetahuan ini tidak menghentikan pembangunan banyak bangunan bata tanpa perkuatan struktural di wilayah tersebut.

Akhirnya di tahun 1972, peraturan bangunan yang direvisi mewajibkan bangunan baru dibangun agar tahan gempa. Peraturan baru ini juga mengharuskan penguatan bangunan lama agar memenuhi standar baru. Namun, biaya yang diperlukan untuk membuat proyek-proyek ini tidak menjadi prioritas bagi masyarakat.

Pada 17 Oktober, kawasan Bay Area ramai membicarakan olahraga baseball. Oakland Athletic dan San Francisco Giants, dua tim lokal, lolos ke World Series. Pertandingan ketiga seri ini dijadwalkan mulai pukul 17.30 waktu setempat di Candlestick Park, San Fransisco.

Tepat sebelum pertandingan dimulai, saat kamera-kamera mengarah ke lapangan, gempa magnitudo 7,1 dengan pusat gempa di dekat Puncak Loma Prieta di Pegunungan Santa Cruz mengguncang wilayah dari santa Cruz hingga Oakland. Walaupun stadion tersebut bisa bertahan dari guncangan gempa, sebagian besar wilayah San Francisco lainnya tidak seberuntung itu. 

 

Banyaknya Bangunan yang Rata dengan Tanah

Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Kawasan marina kota tersebut mengalami kerusakan parah. Wilayah yang dibangun sebelum tahun 17972 ini adalah kota yang tidak memiliki batuan dasar, sehingga likuifaksi tanah menyebabkan runtuhnya banyak rumah. Pipa gas utama dan saluran air yang pecah juga memicu kebakaran yang tak terkendali selama hampir dua hari.

Dua jalan di kawasan tersebut, Nimitz Expressway dan San Francisco-Oakland Bay Bridge juga terkena dampak gempa yang sangat parah.

Kedua jalan ini memiliki konstruksi bertingkat, dan pada masing-masing jembatan, tingkat atasnya runtuh saat gempa bumi terjadi. Sebanyak 41 dari 67 korban bencana ini adalah pengendara mobil di tingkat bawah Jembatan Nimitz, yang tewas ketika bagian atas jembatan runtuh dan menimpa mereka di dalam mobil mereka.

Hanya ada satu orang yang meninggal di Jembatan Bay, yang semua dijadwalkan akan menjalani perbaikan struktural di minggu berikutnya, lantaran tidak ada mobil di bawah bagian jembatan yang runtuh.

Daerah-daerah lain yang mengalami kerusakan parah antara lain Watsonville, Daly City, dan Palo Alto. Lebih dari 10 persen rumah di Watsonville rata dengan tanah. Para penduduk, yang sebagian besar berasal dari etnis Latin, menghadapi kesulitan tambahan karena petugas bantuan dan Palang Merah tidak memiliki cukup orang atau penerjemah bahasa Spanyol untuk membantu mereka.

Gempa bumi ini menyebabkan kerugian senilai miliaran dolar, dan juga berkontribusi pada resesi parah yang melanda California di awal tahun 1990-an.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya