Ayah Mozza Tinju Tersangka Pembunuhan Saat Rekonstruksi

Singgih mendekati tersangka dan tanpa banyak bicara langsung melayangkan pukulan.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 08 Oktober 2026, 16:10 WIB
Ayah Mozza pukul tersangka pembunuhan

Liputan6.com, Jakarta - Tangis dan amarah bercampur dalam rekonstruksi kasus kematian Mozza Axillia Gunarsa. Remaja putri berusia 18 tahun ini dibunuh pelaku dan dibuang di perbukitan dekat jalan tol Semarang.

Ayah korban, Singgih Gunarsa, tak mampu menahan emosinya saat melihat langsung tersangka Mahendra Very Dwi Anggara (22) tiba di lokasi rekonstruksi. Lokasinya berada di indekos Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Begitu tersangka turun dari mobil tahanan, Singgih mendekat. Tanpa banyak bicara, ia melayangkan pukulan berkali kali ke wajah Mahendra.

Pukulan pertama mengenai pipi tersangka. Singgih kembali melayangkan pukulan hingga mengenai kepala. Polisi yang berada di lokasi langsung bergerak cepat mengamankan Mahendra dan membawanya masuk ke dalam indekos.

Suasana yang semula tenang seketika tegang. Puluhan warga yang sejak siang memadati sekitar lokasi, sontak memperhatikan kejadian tersebut.

Mereka berdiri di balik pagar besi, menyaksikan proses rekonstruksi kasus yang mengungkap nasib tragis Mozza.

Cuaca panas Kota Semarang tidak menyurutkan rasa ingin tahu warga. Sejak sebelum rekonstruksi dimulai, warga telah berkumpul di sekitar indekos yang menjadi lokasi terjadinya tindak kekerasan terhadap korban pada 25 Juni 2025.

Di tempat itulah, berdasarkan rangkaian adegan yang diperagakan, Mozza terakhir kali berada sebelum akhirnya meninggal dunia.

Singgih yang mengenakan kaus berwarna gelap dan kopiah dengan warna senada, terlihat berdiri dekat pagar. Tatapannya tertuju kepada tersangka.

Kemarahan yang selama ini tersimpan, seolah memuncak ketika orang yang diduga terlibat dalam kematian putrinya berada hanya beberapa langkah di depannya.

Aparat dari Polrestabes Semarang kemudian memperketat penjagaan. Mahendra segera dibawa masuk ke dalam indekos untuk menjalani rekonstruksi.

Di dalam bangunan dua lantai tersebut, penyidik Reskrim bersama personel Inafis Polrestabes Semarang mengikuti setiap adegan yang diperagakan tersangka.

Rekonstruksi dimulai dari kedatangan korban di indekos. Adegan kemudian berlanjut pada peristiwa kekerasan yang menyebabkan Mozza meninggal dunia.

Tersangka juga memperagakan bagaimana jasad korban dibungkus menggunakan karung dan kardus. Jasad tersebut kemudian dibawa turun dari lantai dua dan diangkut menggunakan sepeda motor matik milik korban.

Sepeda motor itu selanjutnya digunakan untuk membawa jasad Mozza menuju kawasan perbukitan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, yang menjadi lokasi pembuangan.

Dalam rekonstruksi tersebut, ada sebanyak 55 adegan yang diperagakan. Mulai dari pembunuhan dilakukan tersangka, hingga jasad korban dibuang di kawasan Perbukitan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Sementara itu, Kasatserse PPA dan PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Srinitri menjelaskan, rekonstruksi dilakukan di dua lokasi.

Rekonstruksi tahap pertama berlangsung di indekos tersangka di wilayah Candisari. Di tempat ini diduga menjadi lokasi terjadinya tindak kekerasan, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Rekonstruksi kemudian dilanjutkan ke kawasan perbukitan Jangli, Kecamatan Tembalang. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari Jalan Tol Semarang-Ungaran.

"Rekonstruksi dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan pengakuan tersangka yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP)," terang Ni Made.

 

Tersangka pembunuhan Mozza menjalani rekonstruksi

Dalam perkara ini, penyidik Satreskrim PPA Polrestabes Semarang juga telah memeriksa enam saksi. Beberapa di antaranya merupakan orang yang disebut mendengar suara keributan dari indekos yang ditempati tersangka.

"Setelah nanti dilimpahkan ke kejaksaan, selanjutnya akan dikoordinasikan dengan tim jaksa," terang Ni Made.

Kasus kematian Mozza baru terungkap pada September 2026. Temuan kerangka korban kemudian memicu penyelidikan.

Dari serangkaian pemeriksaan, identitas kerangka kemudian mengarah kepada Mozza Axillia Gunarsa. Korban adalah warga Bergas, Kabupaten Semarang, yang dilaporkan hilang sekitar setahun sebelumnya.

Tim Polres Semarang dan Polrestabes Semarang, dengan dukungan Polda Jawa Tengah, kemudian melakukan penyelidikan secara intensif hingga mengarah kepada Mahendra.

Tersangka akhirnya diamankan ketika sedang menonton pertandingan bola voli di lapangan desa di Kabupaten Blora.

Dari pemeriksaan, polisi memperoleh keterangan bahwa setelah korban meninggal dan jasadnya dibuang, tersangka membawa sepeda motor milik Mozza dan melarikan diri ke kampung halamannya di Blora.

Kini, 55 adegan rekonstruksi menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta-fakta yang ditemukan penyidik.

Bagi keluarga Mozza, rekonstruksi tersebut bukan sekadar rangkaian adegan hukum. Di tempat yang sama, sang ayah harus kembali berhadapan dengan sosok yang diduga mengetahui bagaimana putrinya mengakhiri hidupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya