Usai Acak-acak Lapak, Bang Jago 'Mengemis' Minta Maaf ke Pedagang

Tersangka sempat berusaha membersihkan kepala Misna dari pecahan telur pasca-tersangka mengamuk.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 08 Oktober 2026, 15:49 WIB
Lokasi lapak yang diacak-acak preman pasar

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria mengacak-acak lapak dan pukul perempuan pedagang di Pasar Griya Bukit Jaya, Desa Tlanjung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dia sempat mendatangi orang tua korban sebelum melarikan diri.

Orang tua korban, Misna Silalahi mengenal tersangka. Menurutnya, tersangka kerap menarik iuran kepada pedagang pasar untuk kebutuhan operasional pasar.

"Setelah kejadian sempat dateng ke saya minta maaf, tante tolong jangan diperpanjang kita udah kayak saudara, tolong lah maafkan," ujar Misna menirukan ucapan tersangka, Kamis (8/10/2026).

Tersangka sempat berusaha membersihkan kepala Misna dari pecahan telur pasca-tersangka mengamuk. Tersangka berusaha meminta orang tua korban untuk tidak memperpanjang permasalahan tersebut.

"Pelaku sama orang tuanya datang nemuin anak saya untuk ketemu menantu saya, anak saya bilang istrinya belum siap ketemu," terang Misna.

Pada saat kejadian, menantunya sempat mendatangi tempat Misna berjualan sayur dan kebutuhan pokok lainnya. Saat tersangka mengamuk, menantunya menjadi korban pukulan keberingasan tersangka.

"Nah korban ini kan menantu saya, keluarganya tidak terima melihat video itu," jelas Misna.

Misna mengungkapkan, awal mula kejadian berawal dari karyawannya membuang sampah di mobil sampah. Tersangka yang dikenal sebagai preman, sempat menegur karyawan Misna yang membuang sampah.

"Dia sempat minta minta karyawan saya untuk mengambil sampahnya," ungkap Misna.

Tanpa banyak bicara karyawannya mengambil kembali sampah dari dalam mobil. Tersangka mengingatkan kepada karyawannya bahwa sampah pedagang di area ruko tidak boleh dibuang ke tempat sampah pasar.

"Karyawan saya sempat bilang bahwa sampah yang dibuang sampah bekas makan (bukan sampah jualan). Tapi dia tetap melarang membuang sampah di situ," terang Misna.

Misna baru mengetahui ada peraturan pengaturan pembuang sampah setelah sekian lama berjualan di pasar. Misna meyayangkan sikap tersangka meskipun setiap harinya bertemu dan dapat berbicara dengan baik, terkait persoalan membuang sampah.

"Setiap harinya sering bertemu kan bisa berbicara baik-baik, Tante sampah jangan dibuang ke sini ya, kalau bagian ruko di sebelah sana ya, kan enak ya," tutur Misna.

 

 

Sementara, Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hilal Adi Imawan mengaku sedang melakukan penyelidikan terhadap tersangka yang mengamuk hingga menyerang pedagang pasar. Polsek Gunung Putri telah mendapati identitas tersangka yang melakukan penyerangan.

Informasi dihimpun, tersangka telah ditangkap dan saat ini menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Sebelumnya, pria berkaos hitam itu menghampiri pedagang sambil mengacak-acak lapak dan memukul pedagang. Peristiwa tersebut dipicu oleh persoalan uang sampah dan sewa lapak.

Keributan dikarenakan kesalahpahaman terkait masalah persampahan. Hilal mengungkapkan, terdapat tempat pembuangan sampah dari lapak dan kios. Selain itu terdapat tempat pembuangan sampah untuk toko atau ruko yang berbeda lokasi.

"Karena ada yang mengurusnya masing-masing (pengelolaan sampah) lah gitu. Nah mungkin dugaannya, si ibu ini buang sampahnya ke tempat yang enggak seharusnya. Harusnya kan buangnya ke tempat sampah khusus lapak, tapi dia buangnya misalnya ke (tempat sampah) ruko," ungkap Hilal.

Selain itu, lanjut Hilal, keributan tersebut turut dipicu adanya sewa lapak. Diduga pedagang tersebut menunggak biaya lapak, namun tidak disebutkan besaran sewa lapak.

"Jadi ada miss omongan, ya istilahnya jadi debat-debat di situlah, di lokasi. Mungkin tersulut emosi, terus melakukan pemukulan dan lain-lain," ucap Hilal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya