Serunya MBG Prasmanan di Jepara, Siswa Antusias Pilih Makanan Sendiri

Dengan wajah ceria, pelajar memilih menu yang telah disiapkan.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 08 Oktober 2026, 15:13 WIB
MBG prasmanan di Jepara

Liputan6.com, Jakarta - Suasana makan siang di SD Kanisius Kauman, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah tampak berbeda, Kamis (8/10/2026). Para siswa terlihat antusias, saat bergantian mengambil makanan sendiri dari meja prasmanan dalam uji coba pola baru program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan wajah ceria, siswa kelas 4, 5 dan 6 memilih menu yang telah disiapkan. Mereka mengambil nasi, lauk, sayuran, hingga buah sesuai kebutuhan sebelum kembali ke tempat makan masing-masing.

Pemandangan tersebut menjadi bagian dari uji coba sistem MBG dengan pola prasmanan. Program baru ini mulai diterapkan di sekolah sekolah di Jepara.

Sistem prasmanan ini memungkinkan siswa mengambil makanan secara langsung. Karena itu, mereka tidak lagi sepenuhnya menerima makanan yang sudah diporsikan oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Meski memberikan keleluasaan kepada siswa, proses pengambilan makanan tetap dilakukan secara tertib. Kebersihan dan keamanan pangan, juga menjadi perhatian selama proses pelayanan.

Uji coba tersebut dipantau Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar. Monitoring dilakukan untuk memastikan pola baru penyajian MBG berjalan sesuai standar gizi, kebersihan, keamanan pangan dan ketertiban. Selain itu juga diawasi Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian, Camat Jepara beserta Satgas MBG Kecamatan, serta Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Jepara.

Penerapan MBG dengan pola prasmanan di Jepara tersebut, masih dalam tahap uji coba. Dari sembilan sekolah yang menjadi sasaran penerapan sistem baru itu, baru SD Kanisius Kauman Jepara yang menjalani trial atau uji coba.

Uji coba telah berlangsung selama empat hari. Hasil pelaksanaan kemudian dipantau dan dievaluasi untuk mengetahui berbagai kendala. Serta kebutuhan perbaikan, sebelum pola serupa diterapkan di sekolah lain.

Dalam sistem ini, siswa mendapatkan menu lengkap berupa nasi, lauk, sayuran dan buah. Makanan disajikan menggunakan wadah serta peralatan yang telah disiapkan.

 

MBG prasmanan di Jepara

Petugas SPPG maupun siswa yang terlibat dalam proses pelayanan, juga diwajibkan memperhatikan aspek kebersihan. Mereka menggunakan perlengkapan pelindung seperti penutup kepala, masker dan sarung tangan.

"Yang kita lihat bukan hanya makanannya, tetapi juga bagaimana proses penyajiannya, kebersihan, keamanan pangan, serta bagaimana anak-anak mengambil makanan dengan tertib dan sesuai kebutuhannya," ujar Muhammad Ibnu Hajar.

Evaluasi terhadap pelaksanaan MBG prasmanan di SD Kanisius Kauman, lanjut Hajar, menjadi bahan pertimbangan sebelum sistem prasmanan diperluas ke sekolah lainnya di wilayah Bumi Kartini.

Penerapan sistem prasmanan juga diharapkan memberikan pengalaman baru bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan makanan bergizi saja. Namun belajar menentukan porsi, menjaga kebersihan, mengantre dan bertanggung jawab terhadap makanan yang diambil.

Pemerintah Kabupaten Jepara bersama BGN dan unsur terkait, terus melakukan monitoring serta evaluasi terhadap pelaksanaan MBG.

Pola prasmanan diharapkan menjadi bagian pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. Di sisi lain, keceriaan siswa saat memilih makanan sendiri, menjadi gambaran bahwa pola penyajian baru ini memberikan pengalaman berbeda dalam menikmati program MBG.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya