Liputan6.com, Jakarta - Samsung Electronics Co Ltd merilis proyeksi laba operasional kuartal III sebesar 107,4 triliun won atau sekitar US$ 80,2 miliar (setara Rp 1.434 triliun dengan asumsi kurs Rp 13,36 per won). Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan setelah berhasil menembus angka 100 triliun won.
Laba operasional kuartalan tersebut melonjak hingga 782% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, pendapatan Samsung diproyeksikan mencapai 195 triliun won atau setara Rp 2.604 triliun, melesat hampir 127% secara tahunan (year-on-year).
Advertisement
"Samsung berhasil mencetak rekor laba, tetapi hasilnya masih di bawah ekspektasi pasar. Ini menunjukkan betapa tingginya tuntutan investor terhadap tren bisnis AI," kata Josh Gilbert, Analis Utama Asia-Pasifik platform investasi eToro, dikutip dari CNBC, Kamis (8/10/2026).
Tingginya ekspektasi investor membuat pergerakan saham Samsung berkonsolidasi. Pada perdagangan Kamis pagi, harga saham Samsung justru melemah 0,7%.
Meski merosot tipis, Gilbert menilai prospek sektor chip semikonduktor tetap kuat. Lonjakan belanja teknologi AI terus mendorong permintaan dan pasokan memori secara masif. Menurutnya, pengembangan agen AI membutuhkan kapasitas memori yang jauh lebih besar dibandingkan pemrosesan chatbot biasa.
"Para pembeli memori kini mulai menyepakati kontrak pasokan jangka panjang (multi-tahun). Ini memberikan kepastian pasokan bagi Samsung di tengah kekhawatiran investor akan risiko penurunan siklus bisnis," tambah Gilbert.
Perkuat Investasi dan Kemitraan
Kinerja positif pada kuartal ketiga ini melanjutkan tren melesat dari kuartal sebelumnya. Pada kuartal II, Samsung membukukan pendapatan 171,5 triliun won atau sekitar Rp 2.290 triliun dan laba operasional 89,5 triliun won atau Rp 1.195 triliun yang ditopang oleh lini bisnis memori.
Guna memperkuat posisinya di industri semikonduktor AI, Samsung terus menggenjot investasi dan kemitraan strategis. Pada September lalu, Samsung menggandeng startup AI asal Prancis, Mistral AI, untuk mengintegrasikan model kecerdasan buatan ke dalam seluruh operasional pabrik semikonduktornya.
Rincian laporan keuangan kuartal III secara menyeluruh, termasuk kinerja dari masing-masing divisi bisnis, rencananya akan dirilis resmi oleh Samsung pada akhir bulan ini.