Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta (TETO) Bruce Hung mengatakan bahwa Taiwan kini menjadi pusat industri kecerdasan buatan (AI).
Hal itu dibuktikan dengan investasi yang gencar dilakukan perusahaan NVIDIA kepada Taiwan dengan membangun kantor pusat luar negeri pertamanya di Taipei. Hung menyebutkan bahwa perusahaan tersebut telah menambah pengeluaran tahunannya untuk investasi di Taiwan.
Advertisement
"NVIDIA telah mengumumkan kembali kenaikan pengeluaran tahunan hingga menyentuh US$ 150 miliar (Rp 2.686 triliun)," ujar Hung pada acara Hari Nasional Taiwan yang ke-115 Rabu (7/10/2026) malam.
Selain itu, Hung menyoroti bagaimana peran Taiwan sebagai pemimpin dalam industri semikonduktor dan AI global, menjadikan negara tersebut sebagai pemilik pasar saham terbesar keempat di dunia, melampaui India dan Inggris.
"Saat ini, kami tidak hanya sekedar bertahan, tapi juga berkembang pesat. Total kapitalisasi pasar saham Taiwan mencapai US$ 3,5 triliun (Rp 94.938 triliun). Ini menjadikan Taiwan pemilik pasar saham terbesar nomor empat di dunia, lebih besar dari India dan Inggris," tuturnya.
Hubungan Baik RI dan Taiwan
Tak hanya di bidang AI dan pasar saham, tapi Taiwan juga memiliki pencapaian di sistem layanan kesehatan yang komprehensif. Selain masyarakat lokal Taiwan, pekerja migran Indonesia juga mendapatkan layanan yang sama.
"Sistem layanan kesehatan nasional Taiwan tidak hanya mencakup warga negara Taiwan, tapi juga sebanyak 400 ribu pekerja migran Indonesia di Taiwan," ungkap Kepala TETO tersebut.
Hung menambahkan, hal ini memberikan ketenangan yang lebih besar kepada warga RI yang bekerja dan tinggal di Taiwan. Sehingga, WNI tidak perlu khawatir tentang biaya pengobatan ataupun ragu untuk pergi ke dokter saat sakit.
"Saya akan menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada Presiden Prabowo, pemerintah, dan rakyat Indonesia atas dukungannya yang berkelanjutan terhadap hubungan erat yang dimiliki Taiwan dan Indonesia," ucap Hung.
Ia mengungkapkan bahwa kemitraan Taiwan-Indonesia terus berkembang di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan pertukaran antarmasyarakat.
"Ada lebih dari 400 ribu pekerja migran RI dan 18 ribu pelajar Indonesia yang menjadikan Taiwan sebagai rumah, dan masyarakat Taiwan menganggap mereka sebagai keluarga,” kata Hung.
Sebagai penutup, Hung menyebutkan bahwa ia menikmati restoran Indonesia dan juga ia berkata banyak makanan Taiwan yang bisa dicicipi di perayaan Hari Nasional Taiwan tersebut.