Liputan6.com, Jakarta - League Cup 2026/2027 diproyeksikan melampaui sekadar turnamen tambahan. Ajang yang diikuti 38 klub ini disiapkan sebagai jalan bagi tim Indonesia untuk mendapat kesempatan tampil di kompetisi antarklub Asia.
Presiden Direktur I-League, Ferry Paulus, menyebut pihaknya akan membawa rencana tersebut ke level konfederasi agar pemenang League Cup dapat memperoleh akses ke turnamen Asia.
Advertisement
"Tujuan dari I-League ini, akan kami usulkan kepada AFC sebagai bagian salah satu kontestan di AFC, entah itu di AFC Challenge atau kasta ketiga di AFC," kata Ferry Paulus.
Dengan langkah ini, motivasi klub peserta tidak hanya tertuju pada perebutan trofi, tetapi juga peluang bertanding di level Asia yang menjadi target utama banyak tim.
Mengejar Slot AFC
Ferry menjelaskan, misi menuju Asia menjadi alasan I-League menyiapkan partai final League Cup di venue netral. Penentuan tempat digelar khusus untuk mendukung status kompetisi dan menambah kualitas persaingan.
Menurutnya, final di lokasi yang terukur akan berkontribusi pada standar kelayakan pemenang yang kelak mengisi slot Asia.
"Sehingga perlu satu tempat yang betul-betul bisa menambah daya saing. Jadi, slot nantinya ini benar-benar menjadi slot yang sangat kompetitif, sangat prestisius," ujar Ferry.
I-League akan menyeleksi venue terbaik sebelum laga puncak dimulai. Aspek teknis dan nonteknis menjadi bagian dari pertimbangan agar pertandingan final berjalan optimal.
"Kami akan carikan tempat yang bagus dari semua aspek," lanjutnya.
GBK Masih Jadi Opsi Utama
Salah satu stadion yang masuk pembahasan adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Namun penggunaan SUGBK masih bergantung pada ketersediaan jadwal karena banyak agenda Timnas Indonesia di sana.
"Iya, makanya nanti kami lihat ketersediaan GBK sendiri seperti apa. Karena banyak juga agenda-agenda tim nasional main di sana," kata Ferry.
Dengan kondisi tersebut, penetapan venue final League Cup masih menunggu kepastian jadwal, termasuk penyesuaian terhadap agenda tim nasional di SUGBK.