Shin Tae-yong Kesulitan Nilai Pemain Persija Jakarta di FIFA ASEAN Cup 2026

Shin Tae-yong mengaku sulit menilai lima pemain Persija di Timnas Indonesia saat juara FIFA ASEAN Cup 2026

oleh Wiwig PrayugiDiterbitkan 07 Oktober 2026, 23:12 WIB
Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menyatakan penilaiannya terhadap lima pemain Persija yang membela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 terkendala karena minimnya menit bermain di turnamen baru bentukan FIFA tersebut. Tim Garuda keluar sebagai juara, namun kontribusi kuintet Macan Kemayoran di lapangan relatif terbatas.

Lima nama yang dipanggil adalah Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Nadeo Argawinata. Mereka menjadi bagian dari skuad yang membawa Timnas Indonesia menjadi kampiun.

Dari kelompok itu, Rizky Ridho paling sering tampil. Bek berusia 24 tahun tersebut turun dalam empat pertandingan, hanya sekali sebagai starter, mengoleksi 139 menit, serta mencetak satu gol.


Evaluasi Terkendala Menit Bermain

Pemain Timnas Indonesia Rizky Ridho mencetak gol ketiga bagi Indonesia saat menghadapi Bangladesh pada pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Gol tersebut berawal dari umpan silang Ragnar Oratmangoen yang kemudian disambar Ridho dengan tembakan mendatar ke pojok gawang. (KLY/Budy Santoso)

Rayhan Hannan dua kali masuk sebagai pemain pengganti dengan total 26 menit, sementara Shayne Pattynama tampil sekali selama 19 menit.

Adapun Jordi Amat dan Nadeo Argawinata tidak mendapatkan kesempatan bermain karena persaingan yang ketat, sehingga harus puas mengisi bangku cadangan sepanjang turnamen.

"Kalau ada pemain yang bermain, baru bisa saya menilainya. Hampir tidak ada yang bisa bermain," ujar Shin Tae-yong sebelum memimpin latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, pada Rabu (7/10/2026).

"Hannan itu bermain hanya sebentar, bagaimana bisa bilang begitu? Baru mau mencapai kondisi napas yang maksimal, pertandingan sudah berakhir," jelasnya.


Masuk Terlambat, Ritme Sulit Terbentuk

Shin Tae-yong menyoroti tantangan bagi pemain yang baru diturunkan di penghujung laga. Menurutnya, mereka membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan intensitas pertandingan, sehingga dampaknya ke permainan belum sepenuhnya terlihat.

"Itu bagian yang paling sulit. Di antara pemain kami, tentu para wartawan menonton pertandingannya," tutur Shin Tae-yong.

"Tetapi sebenarnya ketika seorang pemain masuk sekitar 10 menit terakhir, justru pada saat itulah tubuh mulai mencapai kondisi maksimal dan napas mulai terbuka, tetapi pertandingan sudah berakhir. Itulah bagian yang paling sulit," imbuhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya