Dampak Kebakaran Hutan Konservasi Kintamani

Api melalap sekitar 6 hektare hutan konservasi di Blok Yeh Mampeh, Kintamani. Pemadaman gabungan dilakukan sejak siang; tidak ada korban jiwa.

oleh Moh KadafiDiterbitkan 07 Oktober 2026, 14:34 WIB
Hutan konservasi Kintamani terbakar 

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda kawasan hutan konservasi di Blok Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Selasa (6/10/2026). Sekitar enam hektare area terbakar sebelum api berhasil dipadamkan melalui upaya gabungan Polri, TNI, petugas pemadam kebakaran, dan warga setempat yang berlangsung dari siang hingga sore.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta menyebut, setelah beberapa jam petugas berjibaku, kobaran api dapat dikendalikan. Seusai pemadaman, petugas melakukan langkah lanjutan di lapangan.

"Selanjutnya dilakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali," kata Gumiliarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Gumiliarta, api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.20 WITA di pinggir jalan kawasan hutan konservasi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya. Tiupan angin kencang memicu api cepat membesar dan merambat ke semak belukar serta dedaunan kering, sementara medan yang sulit dijangkau menyulitkan upaya awal.

Pukul 11.35 WITA, personel gabungan tiba di lokasi dan bergabung dengan warga untuk memadamkan api menggunakan perlengkapan yang tersedia. Sekitar pukul 13.00 WITA, satu unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangli menyusul ke lokasi dan langsung menyasar titik-titik api yang masih aktif.

Dalam proses pemadaman, kobaran sempat merapat ke area perkebunan milik warga. Untuk mempercepat penanganan, masyarakat membuka akses ke sumber air di area perkebunan agar bisa dipakai personel gabungan melakukan pemadaman dan penyekatan api. Tidak ada laporan korban jiwa dari peristiwa ini.

Gumiliarta menuturkan, kebakaran diduga dipicu gesekan dahan kering di tengah cuaca sangat panas dan angin kencang. Ia merinci luasan terdampak sebagaimana hasil penanganan di lapangan.

"Akibat kejadian tersebut, kawasan hutan seluas kurang lebih 6 hektare terbakar," ujarnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya