Liputan6.com, Berlin - Sepanjang 2026, Jerman menerima lebih dari 12.000 permohonan dari warga yang ingin menolak dinas militer dengan alasan keberatan berdasarkan hati nurani. Jumlah tersebut lebih dari tiga kali lipat dibandingkan total permohonan yang tercatat sepanjang 2025.
Dikutip dari Anadolu, Rabu (7/10/2026), kelompok media RedaktionsNetzwerk Deutschland (RND) melaporkan, pemohon tersebut terdiri dari anggota pasukan cadangan, tentara aktif, hingga para pemuda. Hal itu terjadi meskipun wajib militer di Jerman masih ditangguhkan.
Advertisement
Juru bicara Kantor Federal untuk Urusan Keluarga dan Fungsi Masyarakat Sipil (BAFzA) mengatakan, lembaganya mencatat 12.102 permohonan penolakan dinas militer berdasarkan hati nurani dalam delapan bulan pertama 2026.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 3.879 permohonan pada 2025 dan 2.249 permohonan pada 2024.
Pemerintah mengaitkan lonjakan tersebut dengan undang-undang baru tentang dinas militer, memburuknya kondisi keamanan internasional, serta kekhawatiran terhadap kemungkinan konflik militer di Eropa.
Undang-undang baru yang mulai berlaku pada awal 2026 mewajibkan seluruh pria yang berusia 18 tahun mengisi kuesioner untuk menilai kebugaran, keterampilan, serta minat mereka bergabung dengan angkatan bersenjata.
Meski dinas militer masih bersifat sukarela, para pengkritik menilai pemerintah bertujuan memberlakukan kembali wajib militer secara bertahap, yang dimulai dengan pengisian kuesioner.
Pemeriksaan medis diwajibkan bagi pria yang lahir pada 2008 atau setelahnya. Namun, keterbatasan kapasitas membuat pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
Hak Menolak Dinas Militer
Konstitusi Jerman melalui Pasal 4 memberikan hak yang dilindungi kepada warga negara untuk menolak dinas militer bersenjata atas dasar hati nurani.
Mereka yang ingin mengajukan keberatan harus menyerahkan permohonan tertulis disertai pernyataan pribadi secara rinci kepada Kantor Federal untuk Manajemen Personel Bundeswehr. Permohonan tersebut kemudian diteruskan kepada BAFzA untuk ditinjau.
Saat ini, Bundeswehr memiliki sekitar 186.400 personel aktif.
Untuk memenuhi komitmen kepada NATO dan merespons meningkatnya risiko keamanan di Eropa, Kementerian Pertahanan Jerman menargetkan penambahan jumlah personel menjadi lebih dari 260.000 orang pada 2035.
Untuk mencapai target tersebut, Jerman membutuhkan sekitar 20.000 rekrutan setiap tahun.
Namun, para analis pertahanan menilai target itu akan sulit dicapai tanpa penerapan dinas wajib apabila minat masyarakat untuk bergabung secara sukarela tidak mencukupi.