Liputan6.com, Jakarta - Estadio Monumental di Buenos Aires menjadi saksi malam perpisahan Lionel Messi dan Nicolas Otamendi bersama Timnas Argentina, Rabu (7-10-2026) pagi WIB.
La Albiceleste menutup uji coba dengan kemenangan 3-0 atas Benin.
Advertisement
Lionel Messi tampil sejak menit awal pada usia 39 tahun, menjadi pusat permainan, serta berkontribusi langsung lewat satu gol dan dua assist. Argentina baru bisa memecah kebuntuan setelah jeda.
Keunggulan pertama hadir lewat Nicolas Otamendi pada menit ke-48 setelah menyambut umpan Messi, membuka jalan bagi Argentina untuk menguasai pertandingan hingga akhir.
Assist Kedua dan Penalti Perpisahan
Enam menit setelah gol pembuka, peran Messi sebagai kreator kembali tampak. Pada menit ke-61, umpan akuratnya menemui Nico Paz yang menuntaskan peluang untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Kesempatan Messi mencatatkan namanya di papan skor datang pada menit ke-71. Argentina mendapat penalti menyusul pelanggaran di kotak terlarang, dan sang kapten maju sebagai eksekutor.
Tendangan 12 pas Messi tak mampu dibendung kiper Benin, memperlebar jarak menjadi 3-0. Momen itu menjadi penutup yang sepadan bagi perjalanan panjangnya di level internasional.
Rating FotMob 9,3 dan Malam Istimewa
Penampilan Messi pada laga perpisahan ini mendapat pengakuan tinggi. FotMob memberi rating 9,3 dan menobatkannya sebagai pemain terbaik pertandingan.
Skuad Lionel Scaloni tampil dominan dengan 65 persen penguasaan bola. Argentina melepaskan 19 tembakan dan 12 di antaranya mengarah ke gawang.
Benin membalas lewat tujuh percobaan dengan dua tembakan tepat sasaran, namun tak cukup mengubah hasil.
Selain skor, suasana Monumental kian berkesan. Pada menit ke-10, pertandingan dihentikan sejenak untuk memberi penghormatan kepada Messi di hadapan lebih dari 85 ribu penonton.
Tepuk tangan, nyanyian, dan kembang api mewarnai tribune, mengiringi salam perpisahan sang kapten.
Mesin Kreatif Sejak Babak Pertama
Pada paruh awal, Messi beberapa kali mengancam gawang Benin. Ia melepaskan tendangan jarak jauh, menerima peluang dari umpan Rodrigo De Paul, serta mendapatkan kesempatan melalui bola mati.
Selepas turun minum, kualitasnya sebagai pengatur serangan kian terasa. Ia menjadi otak di balik gol Otamendi dan Nico Paz sebelum akhirnya mencetak gol dari titik putih.
Laga kontra Benin ini menandai berakhirnya kiprah Messi lebih dari dua dekade bersama Timnas Argentina.
208 Laga, 126 Gol, Gelar Beruntun
Messi menutup karier internasional dengan 208 penampilan dan 126 gol berdasarkan catatan pertandingan terbaru. Dalam periode itu, ia membawa Argentina menjuarai Copa America 2021, Piala Dunia 2022, Copa America 2024, serta mencapai final Piala Dunia 2026.
Tanpa nuansa drama berlebihan, ia meninggalkan lapangan dengan caranya yang khas: mencetak gol, menciptakan peluang untuk rekan-rekan, mengantarkan kemenangan, dan menerima penghormatan besar dari publik Monumental.
Selepas malam ini, kisah Messi bersama Timnas Argentina resmi berakhir.
Daftar Pemain Kedua Tim
Argentina (4-3-3): Emiliano Martinez; Agustin Giay, Cristian Romero, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Lautaro Martínez, Julián Alvarez.
Pelatih: Lionel Scaloni
Benin (4-2-3-1): Marcel Dandjinou; Liam Omore, Yohan Roche, Mohamed Tijani, Tamimou Ouorou; Hassane Imourane, Sessi D'Almeida; Rodolfo Aloko, Junior Olaitan, Yamirou Ouorou; Aiyegun Tosin.
Pelatih: Gernot Rohr