Terima Becak Listrik, Pengemudi Bekasi Diingatkan Jangan Dijual

Sebanyak 190 pengemudi becak di Bekasi menerima bantuan becak listrik dan diminta merawatnya serta tidak menjual atau menggadaikannya.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 06 Oktober 2025, 18:09 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja saat menyerahkan 190 unit becak listrik kepada para pengemudi di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Pemda Bekasi, Cikarang Pusat. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 190 pengemudi becak di Kabupaten Bekasi menerima bantuan becak listrik. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban kerja sekaligus menunjang aktivitas ekonomi para pengemudi, terutama mereka yang sudah lanjut usia.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja meminta para penerima merawat bantuan tersebut dengan baik.

Ia menegaskan becak listrik yang diberikan tidak untuk diperjualbelikan ataupun digadaikan.

Permintaan itu disampaikan Asep saat menyerahkan 190 unit becak listrik kepada para pengemudi di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Pemda Bekasi, Cikarang Pusat, Minggu (4/10/2026).

Penyerahan dilakukan bersama Sekretaris Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Grawiraharto Wicaksono.

"Saya mohon kepada para pengemudi becak agar bantuan dari Pak Presiden ini dirawat, jangan pernah digadaikan dan jangan pernah dijual, karena ini diberikan untuk membantu bapak-bapak bekerja lebih nyaman dan meningkatkan perekonomian keluarga," tegas Asep.

Menurut Asep, bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi para pengemudi dalam jangka panjang. Karena itu, ia meminta becak listrik dimanfaatkan sekaligus dijaga dengan baik.

Selain becak listrik, Kabupaten Bekasi juga menerima bantuan tablet pintar untuk sekolah dasar. Asep menyebut bantuan tersebut diberikan kepada 18 sekolah.

"Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan bantuan dari Bapak Presiden sebanyak 190 becak listrik dan tablet untuk 18 Sekolah Dasar, masing-masing sekolah mendapatkan 10 tablet," ujarnya.

 

Perhatian Presiden untuk Para Pengemudi Becak

Sementara itu, Sekretaris Yayasan GSN Grawiraharto Wicaksono mengatakan program bantuan becak listrik tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada para pengemudi becak lanjut usia.

Menurut Grawiraharto, perhatian itu muncul setelah Presiden melihat kondisi pengemudi becak yang tetap bekerja meski telah berusia lanjut.

"Pak Prabowo terenyuh melihat bapak-bapak yang sudah berusia lanjut, bahkan sekitar 70 tahun, masih menarik becak dalam kondisi panas dan lelah, sehingga dicari solusi agar mereka dapat bekerja lebih efisien dan efektif," ujarnya.

Grawiraharto juga mengingatkan para penerima agar menjaga becak listrik yang telah diberikan dan tidak memperjualbelikannya.

Selain itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat membantu menyediakan titik pengisian baterai sehingga para penerima dapat mengisi daya dengan mudah dan gratis.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya