Liputan6.com, Jakarta - Timnas Italia menutup rangkaian laga UEFA Nations League 2026/2027 dengan kemenangan 3-1 atas Turki di Stadion Renato Dall'Ara, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membawa Gli Azzurri mengoleksi tujuh poin dari empat laga dan menempati posisi kedua Grup A1.
Namun, kemenangan itu tidak sepenuhnya membuat Roberto Mancini puas. Pelatih berusia 61 tahun tersebut justru menyoroti permainan Italia yang kehilangan sebagian keluwesannya saat menghadapi Turki.
Advertisement
Kritik Mancini bukan tanpa alasan karena ia melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain utama dibandingkan ketika Italia bermain imbang 1-1 melawan Prancis. Hanya Gianluigi Donnarumma dan Alessandro Bastoni yang tetap menjadi starter pada dua pertandingan tersebut.
Meski tidak tampil maksimal, Italia mampu mengamankan tiga poin. Gianluca Scamacca membuka skor, Aral Simsir menyamakan kedudukan, sebelum Riccardo Calafiori dan Francesco Pio Esposito memastikan kemenangan tuan rumah.
Kelelehan tak Bisa Bendung Italia
Perubahan besar dalam susunan pemain membuat Italia tidak langsung menemukan ritme terbaiknya. Turki bahkan mampu memberikan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang sebelum Scamacca membawa Gli Azzurri unggul pada menit ke-26.
Mancini memahami situasi tersebut. Ia menilai kelelahan dan banyaknya perubahan pemain menjadi faktor yang membuat permainan Italia tidak seluwes biasanya.
"Terlepas dari perubahan-perubahan itu, tentu saja ada faktor kelelahan," ujar Mancini kepada RAI Sport.
Italia memang sempat kehilangan kendali setelah Turki menyamakan kedudukan melalui Aral Simsir pada menit ke-61. Namun, respons cepat Calafiori empat menit kemudian dan gol Esposito pada menit ke-87 membuat Italia tetap meraih kemenangan.
Timnas Italia Kurang Luwes
Menurut Mancini, ada beberapa evaluasi yang bisa dilakukan Timnas Italia meskipun menang. Salah satunya adalah tentang keluwesan para pemain di lapangan. Meskipun sudah diprediksi, situasi itu tetap jadi catatan bagi Mancini.
Dengan rotasi besar-besaran, dua pemain yang mengantongi kartu kuning, dan wasit yang berpotensi memberikan kartu kuning lainnya, Mancini tidak leluasa mengubah taktik. Begitu juga dengan mengganti pemain.
"Kami sempat kesulitan di awal, namun para pemain berhasil bangkit dan kembali ke jalur yang benar, serta mencetak gol lagi setelah kedudukan menjadi 1-1. Jadi ini adalah pertandingan yang bagus mengingat ini adalah laga keempat dalam kurun waktu yang sangat singkat," kata Mancini.
"Satu-satunya hal yang pasti adalah kami akan kehilangan sebagian keluwesan permainan; hal itu sudah sepenuhnya diperkirakan dan diprediksi," tegas Mancini.