Kesaksian Warga Sebelum Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya

Bau gas tercium sebelum ledakan di Pakuwon City Surabaya. Polisi menduga kebocoran pipa; tiga tabung LPG 50 kg ditemukan utuh.

oleh Erwin yohanesDiterbitkan 06 Oktober 2026, 14:30 WIB
Ledakan di ruko pakuwon city surabaya. (merdeka.com/erwin yohanes).

Liputan6.com, Jakarta - Bau gas menyengat disebut lebih dulu tercium sebelum ledakan di Pakuwon City, Surabaya, mengguncang kompleks Ruko San Antonio di Jalan Kalisari Utara pada Selasa (6/10/2026) pagi. Kesaksian warga di sekitar lokasi menggambarkan dentuman keras yang disusul kepanikan.

Budi Armanto (35) mengaku mencium aroma gas saat menunggu sebuah warung makan yang belum buka bersama istrinya. Ia berada sekitar 30 meter dari ruko yang kemudian mengalami ledakan, tepat ketika jarum jam menunjuk sekitar pukul 07.10 WIB.

"Istri saya sempat bilang kok bau gas menyengat sekali. Tidak lama setelah ngobrol soal bau gas itu, makanan belum datang, langsung meledak keras," kata Budi.

Getaran ledakan membuat telinganya berdengung. Budi juga melihat serpihan kaca beterbangan dari bangunan ruko, sebagian di antaranya menghantam mobil miliknya yang terparkir tak jauh dari lokasi.

Situasi di sekitar ruko langsung kacau. Sejumlah orang tampak keluar dari area terdampak dalam kondisi mengenaskan, dengan pakaian robek dan luka yang diduga akibat paparan ledakan dan panas. Budi menyebut melihat beberapa korban segera dievakuasi.

"Ngeri. Telinga saya sampai sekarang masih agak dengung. Saya lihat ada sekitar tiga sampai lima orang korbannya compang-camping, mungkin luka bakar, dan langsung dievakuasi," ujar Budi.

Dugaan Penyebab Ledakan

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkap dugaan sementara ledakan di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, disebabkan kebocoran gas. Kesimpulan awal ini muncul setelah tim Penjinak Bom melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.

Ia menyebut keterangan sejumlah saksi yang diperiksa turut mengarah ke indikasi kebocoran gas sebelum dentuman terjadi.

"Kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari akibat kebocoran gas tersebut," kata Luthfie.

Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram di lokasi. Dua tabung berwarna oranye dan satu tabung berwarna putih.

Polisi memastikan tidak ada tabung yang meledak. Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas dari bagian pipa yang terhubung ke tabung.

Luthfie menjelaskan, sebelum ledakan, seorang koki yang sedang memasak sempat mencium bau gas sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak lama kemudian, terjadi ledakan secara tiba-tiba.

"Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," ujar Luthfie.

Menurutnya, penyidik masih menelusuri titik pasti kebocoran. Namun indikasi awal menunjukkan sumber masalah bukan berasal dari tabung LPG.

"Saat ini kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaannya," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya