Liputan6.com, Jakarta - Timnas Prancis menundukkan Belgia 4-1 pada laga Nations League, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB.
Partai berlangsung ketat sebelum Les Bleus menutup duel dengan rentetan gol di fase penutup pertandingan.
Advertisement
Pelatih Zinedine Zidane menilai jalannya laga penuh drama dan mencerminkan karakter timnya.
Zidane Nikmati Drama Comeback Les Bleus
Zidane menyebut pertandingan sarat tensi itu sebagai gambaran nyata persaingan di level atas. Ia menekankan bahwa fase sulit yang dilalui timnya adalah bagian dari permainan.
"Ini sepak bola, ini yang kami cintai," ujar Zidane setelah pertandingan.
"Kami menghadapi beberapa kesulitan pada babak pertama, tetapi itu bagian dari pertandingan. Terkadang Anda mendapatkan pertandingan seperti ini. Bagusnya, kami mampu memperbaikinya dan menjalani babak kedua yang luar biasa," lanjutnya.
Kemenangan ini menjadi kemenangan kandang pertama Zidane sejak ditunjuk menangani Prancis.
Sebelumnya, masa kepemimpinannya dibuka dengan kemenangan atas Turki dan Belgia, lalu ditahan imbang Italia pada debut kandang, Jumat lalu.
14 Menit Penentu, Olise Mengambil Alih Panggung
Prancis sempat dibuat frustrasi karena Belgia mampu mempertahankan keunggulan hingga memasuki 15 menit terakhir.
Dodi Lukebakio membawa Belgia memimpin pada menit ke-35 setelah lepas dari jebakan offside berkat umpan panjang Romeo Lavia.
Ia menaklukkan kiper debutan Prancis, Guillaume Restes. Namun, kedalaman skuad Les Bleus kemudian berbicara.
Desire Doue menyamakan kedudukan pada menit ke-77 lewat sepakan rendah ke sudut kanan bawah gawang.
Empat menit berselang, Rayan Cherki membalikkan skor. Bola tembakannya mengenai kaki Maarten Vandevoordt lebih dulu sebelum memantul masuk.
Michael Olise lalu mengambil alih sorotan dengan dua gol hanya dalam tiga menit untuk menegaskan kemenangan 4-1.
Zidane Tekankan Performa Kolektif
Meski pemain pengganti menjadi pembeda, Zidane menegaskan kemenangan lahir dari kerja seluruh tim.
"Kami tahu para pemain pengganti bisa mengubah pertandingan karena mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi," kata Zidane.
"Namun, sekali lagi, ini adalah performa seluruh tim. Para pemain pengganti mungkin membuat perbedaan ketika mereka masuk, tetapi semua pemain tampil bagus selama dua pekan terakhir."
"Semua orang memainkan perannya, dan itulah yang paling menonjol bagi saya," lanjutnya.
Michael Olise memberi kredit kepada sang pelatih atas kejelasan ide dan eksekusi di lapangan.
"Ini juga merupakan usaha kolektif. Dia membawa ide-idenya, kami mengikutinya, dan kami telah melakukannya dengan baik selama empat pertandingan terakhir. Kami akan terus seperti ini," ujar Olise.
Puncak Grup A1 Makin Kokoh
Hasil atas Belgia memperkuat posisi Prancis di puncak Grup A1 Nations League. Les Bleus unggul tiga poin dari Italia yang menaklukkan Turki 3-1.
Belgia menempati peringkat ketiga dengan selisih empat poin dari Prancis, sementara Turki masih tanpa poin.
Prancis belum mengamankan tiket perempat final, namun berada pada situasi menguntungkan menjelang dua partai sisa fase grup pada jeda internasional November.
Les Bleus akan menghadapi Italia dan Turki. Dua tim teratas dari masing-masing grup berhak ke perempat final tahun depan.
Dengan comeback spektakuler atas Belgia, Zidane mengantongi bekal penting untuk melanjutkan kiprah Prancis di Nations League.