Timnas Italia Tundukkan Turki 3-1 di UEFA Nations League, Mancini Akui Alur Belum Mulus

Timnas Italia menang 3-1 atas Turki di Bologna. Roberto Mancini menyebut permainan kurang mengalir akibat rotasi dan jadwal padat.

oleh Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 06 Oktober 2026, 05:37 WIB
Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini. (FRANCK FIFE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Italia menutup laga UEFA Nations League di Bologna dengan kemenangan 3-1 atas Turki, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB.

Roberto Mancini mengakui alur permainan Gli Azzurri belum semulus yang ia harapkan, seperti dilaporkan Football Italia.

Dalam 45 menit awal di Stadion Renato Dall\'Ara, Turki mampu menguasai permainan dan beberapa kali menguji Gianluigi Donnarumma. Italia baru menguasai keadaan setelah jeda.

Gianluca Scamacca membuka skor memanfaatkan bola pantul, sebelum Aral Simsir menyamakan.

Riccardo Calafiori mencetak gol pertamanya untuk timnas senior, dan Pio Esposito mengunci kemenangan.


Mancini Sudah Memperkirakan Laga Tidak Mengalir

Mancini menilai performa yang kurang mengalir tak lepas dari perubahan besar dalam susunan pemain. Ia menyoroti fase awal yang berat, namun memuji respons tim saat membalikkan keadaan.

"Meski ada perubahan, tentu ada rasa lelah. Kami kesulitan di awal, tapi pemain tampil bagus untuk membalikkan keadaan dan mencetak gol lagi setelah skor 1-1," ujar Mancini kepada RAI Sport.

"Ini pertandingan keempat dalam waktu yang sangat singkat, jadi secara keseluruhan kami menjalani pertandingan yang bagus," lanjutnya.

Timnas Italia melakukan sembilan perubahan dari tim yang bermain imbang 1-1 melawan Prancis di Paris. Dengan komposisi baru, ia tidak terkejut bila koordinasi dan fluiditas permainan sempat menurun.


Rotasi Besar dan Kartu Kuning Jadi Pertimbangan

Mancini menyebut hilangnya kelancaran permainan sudah ia perkirakan sebelum kick-off. Faktor rotasi serta kondisi fisik menjadi perhitungannya.

"Satu-satunya kepastian adalah kami akan kehilangan sebagian fluiditas permainan. Itu sudah sepenuhnya diperkirakan," kata Mancini.

Selain kelelahan, ia juga harus mengelola risiko disiplin menyusul adanya pemain yang telah mengantongi kartu kuning.

"Kami juga memiliki dua pemain yang sudah mendapat kartu kuning dan wasit tampaknya cenderung memberikan kartu lagi kepada mereka, jadi saya menarik mereka keluar," jelasnya.

Keputusan itu berbuah positif. Italia mampu menjaga konsentrasi di bawah tekanan Turki dan mengamankan tiga poin.


Fleksibilitas Alessandro Romano Disorot Mancini

Gelandang Cagliari, Alessandro Romano, mendapat sorotan khusus. Mancini kembali memberinya menit bermain dan mengujinya bukan hanya sebagai playmaker, tetapi juga di peran mezz'ala.

"Romano bisa menjalankan peran itu dengan mudah. Dia perlu memainkan pertandingan-pertandingan seperti ini untuk terus berkembang," ujar Mancini.

Menurutnya, fleksibilitas Romano membuka opsi taktik di lini tengah. Jam terbang dalam laga berintensitas tinggi seperti kontra Turki dipandang krusial bagi perkembangan sang gelandang.


Perjalanan Italia di Grup A: 7 Poin, Laga November Menanti

Kemenangan atas Turki menutup rangkaian empat pertandingan Nations League dalam 11 hari dengan hasil positif bagi Italia. Setelah kalah 0-2 dari Belgia pada laga pembuka, Gli Azzurri bangkit lewat kemenangan 4-1 atas Turki di Bursa, bermain imbang 1-1 menghadapi Prancis di Paris, lalu kembali menaklukkan Turki 3-1 di Bologna.

Italia kini menempati posisi kedua Grup A dengan tujuh poin, tertinggal dari Prancis yang mengoleksi 10, dan unggul satu angka atas Belgia.

Jadwal berikutnya berlangsung pada November 2026: menjamu Prancis pada 12 November, lalu bertandang ke Belgia tiga hari kemudian.

"Kami harus terus seperti ini. Kemungkinan besar kami harus berjuang menentukan posisi kami di Belgia," tegas Mancini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya