Liputan6.com, Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau pengelola Alfamart akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 595,83 miliar. Pemegang saham yang akan dibagikan itu setara Rp 14,5 per saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/10/2026), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk membagikan dividen interim tahun buku 2026 sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 1 Oktober 2026.
Advertisement
Perseroan akan membagikan dividen interim 2026 dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 Juni 2026 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,02 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 15,49 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 19,15 triliun.
Berikut jadwal pembagian dividen interim 2026:
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 13 Oktober 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 14 Oktober 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 15 Oktober 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 16 Oktober 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 15 Oktober 2026, waktu: 16.00
- Tanggal pembayaran dividen pada 27 Oktober 2026
Mengutip data RTI, harga saham AMRT melemah 0,40% ke posisi Rp 1.260 per saham. Harga saham AMRT dibuka naik 20 poin menjadi Rp 1.285 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.285 dan terendah Rp 1.240 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.632 kali dengan volume perdagangan saham 447.104 saham. Nilai transaksi Rp 56,2 miliar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,36% menjadi 6.118,86. Indeks saham LQ45 bertambah 1,31% menjadi 603,23. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Kinerja AMRT Semester I 2026
Sebelumnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga semester I 2026.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk meraup pendapatan Rp 67,95 triliun hingga 30 Juni 2026. Pendapatan tumbuh 6,49% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 63,81 triliun.
Seiring kenaikan pendapatan itu mendorong pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Juni 2026. Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 2,02 triliun hingga Juni 2026. Laba tersebut tumbuh 7,5% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,88 triliun.
Beban pokok pendapatan tercatat Rp 52,80 triliun hingga Juni 2026. Beban pokok pendapatan naik 5,97% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 49,82 triliun. Laba bruto perseroan naik 8,34% menjadi Rp 15,15 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,98 triliun.
Beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 11,91 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,07 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,19 triliun dari semester I 2025 sebesar Rp 1,13 triliun. Pendapatan lainnya bertambah menjadi Rp 694,37 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 636,39 miliar.
Aset Perseroan
Seiring hal itu, laba usaha bertambah 13,24% menjadi Rp 2,67 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,36 triliun. Laba tahun berjalan menguat 8,9% menjadi Rp 2,13 triliun dari periode semester I 2025 sebesar Rp 1,95 triliun.
Perseroan mencatat laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 49,23 hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 45,37.
Total ekuitas naik menjadi Rp 19,15 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 19,38 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 23,63 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 23,19 triliun. Aset naik menjadi Rp 42,78 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 42,57 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,09 triliun.