Profil Djamari Chaniago, Dicopot dari Menko Polkam Kini Dapat Bintang Mahaputra

Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 87/TK Tahun 2026.

oleh SupriatinDiterbitkan 05 Oktober 2026, 10:37 WIB
Djamari Chaniago Mendapat Bintang Mahaputra dari Presiden Prabowo Subianto (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut diterimanya hanya beberapa hari setelah tidak lagi menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Prabowo menganugerahkan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Djamari dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 87/TK Tahun 2026. Djamari menjadi salah satu dari tujuh penerima Bintang Mahaputera yang berasal dari kalangan purnawirawan dan pejabat TNI.

Djamari menerima Bintang Mahaputera Adipurna bersama Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa luar biasa dalam mendukung kemajuan, pengembangan, dan pembangunan TNI.

"Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam mendukung kemajuan, pengembangan, dan pembangunan TNI, serta dharma bakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional," demikian bunyi Keppres tersebut.

Sempat Jadi Menko Polkam

Sebelum menerima penghargaan tersebut, Djamari baru saja mengakhiri tugasnya sebagai Menko Polkam. Prabowo melantik Djamari sebagai Menko Polkam pada 17 September 2025.

Dia ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut setelah Budi Gunawan dicopot dari jabatan Menko Polkam dalam reshuffle kabinet pada September 2025.

Namun, masa jabatan Djamari di kabinet tidak berlangsung lama. Pada 1 Oktober 2026, Prabowo melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Menko Polkam baru untuk menggantikan Djamari.

Pengangkatan Dudung tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029.

Dengan pergantian tersebut, Djamari mengakhiri masa tugasnya sebagai Menko Polkam setelah sekitar satu tahun berada di kabinet pemerintahan Prabowo.

Jenderal dari Kostrad

Djamari Chaniago lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 1949. Dia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1971 dari kecabangan Infanteri.

Sejak awal kariernya, Djamari banyak bertugas di lingkungan TNI Angkatan Darat, khususnya Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Dia kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di tubuh TNI AD.

Karier Djamari semakin menanjak ketika dipercaya menjadi Panglima Kodam III/Siliwangi pada 1997-1998. Setahun kemudian, dia menduduki posisi Panglima Kostrad pada 1998-1999.

Setelah itu, Djamari dipercaya menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 1999-2000. Dia kemudian menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI sejak 2000 hingga pensiun pada 2004. Jabatan Kasum TNI menjadi salah satu posisi terakhir sekaligus puncak karier militernya.

Djamari juga pernah menjadi anggota MPR. Dia tercatat menjadi anggota MPR dari Fraksi Utusan Daerah Jawa Barat pada 1997-1998 dan Fraksi ABRI pada 1998-1999. Setelah pensiun dari militer, dia juga sempat berkiprah di sektor korporasi sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang pada 2015-2016.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya