Bursa Saham Asia Hari Ini Melejit, Indeks Nikkei Melompat 1,7%

Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Senin, (5/10/2026), mengikuti wall street pekan lalu.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Oktober 2026, 07:50 WIB
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Senin pagi, (5/10/2026). Indeks Nikkei 225 di Jepang melesat di atas 1%.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang bertambah di atas 1,7%. Indeks Topix melesat 0,79%. Indeks acuan di Australia menguat 0,53%. Sedangkan bursa saham di China dan Korea Selatan libur.

Di sisi lain, kontrak berjangka saham di Amerika Serikat tidak banyak berubah pada Minggu malam waktu setempat. Hal ini seiring investor masih mencermati kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menantikan risalah pertemuan terbaru the Federal Reserve (the Fed) untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah suku bunga bank sentral selanjutnya.

Adapun kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 53 poin atau 0,1%. Kontrak berjangka S&P 500 menguat 0,1%. Kontrak berjangka Nasdaq-100 bertambah 0,2%.

Pada akhir pekan lalu di wall street, indeks Dow Jones bertambah 250 poin atau 0,5% ke level 51.176,46. Indeks S&P 500 menguat 0,7% menjadi 7.722,72. Indeks Nasdaq melompat 1,2% ke level 27.190,86, usai sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada sesi perdagangan tersebut.

Pergerakan saham ini terjadi setelah pekan yang diwarnai oleh lonjakan imbal hasil Treasury dan laporan ketenagakerjaan yang hasilnya mengecewakan, yang justru membantu meredakan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed lainnya bulan ini. Data tersebut memberikan sedikit kelegaan setelah tekanan selama sepekan akibat kenaikan imbal hasil obligasi.

Meski demikian, imbal hasil Treasury tetap menjadi fokus utama investor. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, memicu kekhawatiran biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat membebani pasar saham meskipun The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam waktu dekat.

Saham teknologi memimpin kenaikan pada Jumat, di mana Nvidia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa secara intraday dan Nasdaq mencapai rekor baru. Investor akan memantau apakah momentum tersebut berlanjut hingga pekan yang baru ini.

 

Agenda Ekonomi

Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Dengan agenda ekonomi yang tidak terlalu padat ke depan, investor akan mencermati perkembangan geopolitik dan pasar sebelum musim laporan keuangan perusahaan dimulai.

"Minimnya rilis data ekonomi berarti investor akan bereaksi terhadap dinamika perkembangan geopolitik dan pasar, sembari mempertimbangkan serangkaian laporan ekonomi terkini yang cukup positif, menjelang dimulainya periode pelaporan kinerja keuangan secara tidak resmi yang akan diawali oleh laporan JP Morgan pada 13 Oktober," ujar Ahli Strategi Global di Wells Fargo Investment Institute, Gary Schlossberg.

Pada Senin, investor akan mencermati laporan aktivitas sektor jasa dari Institute for Supply Management. Agenda pekan ini juga mencakup rilis risalah rapat The Fed September pada Rabu serta data awal sentimen konsumen Oktober dari University of Michigan yang dijadwalkan pada Jumat.

Perusahaan lain yang juga dijadwalkan merilis laporan kinerja keuangan pekan ini meliputi Constellation Brands, Levi Strauss, PepsiCo, Delta Air Lines, dan sejumlah perusahaan lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya