Awas Antiklimaks, Timnas Indonesia Harus Belajar dari Pengalaman Pahit

Timnas Indonesia membawa euforia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 05 Oktober 2026, 06:18 WIB
Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. (KLY/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia membawa euforia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan dramatis atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A, Kamis (1/10/2026), menumbuhkan kepercayaan diri Kevin Diks dan kawan-kawan untuk mengalahkan Thailand.

Keyakinan memetik kemenangan pada duel puncak di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026), muncul karena keberhasilan timnas melewati rintangan yang menghalang.

Dikritik pedas usai ditahan 10 orang Malaysia, Garuda dalam posisi menantang saat bertemu Bangladesh. Mereka mesti mengalahkan selisih gol kemenangan Negeri Jiran yang meladeni Singapura pada waktu bersamaan.

Malaysia pesta gol dengan merobek gawang Singapura enam kali, mempersulit tugas Indonesia. Namun, anak asuh John Herdman sukses membuat keajaiban dengan mencetak dua gol injury time sehingga berjaya 9-2, skor yang dibutuhkan untuk menyisihkan Harimau Malaya.


Kenangan Buruk Timnas Indonesia

Pemain Thailand, Worawoot Srimaka saat final Piala Tiger 2002 (AFF 2002) menghadapi Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, 29 Desember 2002. (AFP/Weda)

Indonesia pernah dalam situasi seperti ini, terutama saat mengikuti Piala AFF. Pada 2000 dan 2002, Garuda juga menang dramatis di semifinal dan melangkah ke final.

Gol menit ke-120 tambahan waktu Gendut Doni Christiawan membawa Indonesia menyisihkan Vietnam di 2000, dengan torehan tunggal Bambang Pamungkas ke gawang Vietnam dua tahun berselang juga berbuah kesuksesan. Namun, Indonesia kemudian takluk dari Thailand di partai puncak dua kesempatan tersebut.

 


Diadang Singapura dan Thailand

Boaz Solossa. Striker yang telah pensiun dari Timnas Indonesia pada 2018 ini mampu mencetak 1 gol saat melawan Malaysia di Piala AFF 2004. Gol tersebut dicetaknya di leg kedua babak semifinal (3/1/2005) dengan skor akhir 4-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Di 2004, Indonesia mencuri kemenangan 4-1 pada leg kedua semifinal melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil untuk memutar defisit sehingga menang agregat 5-3. Sayang capaian itu tidak berbuah trofi karena Garuda lalu takluk dari Singapura.

Terbaru, Indonesia bersemangat setelah membungkam Singapura 4-2 pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Muncul harapan Shin Tae-yong bisa mengakhiri penantian gelar. Tapi Indonesia lalu lagi-lagi menyerah di hadapan Thailand.

Pada final FIFA ASEAN Cup 2026, diharapkan penampilan Indonesia tidak lagi antiklimaks sehingga trofi pertama sepanjang sejarah akhirnya bisa direbut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya