Kapten Thailand Paparkan Beda Timnas Indonesia Dulu dan Sekarang

Kapten Thailand menilai skuad Garuda kini berbeda: banyak pemain keturunan dan berkarier di liga top Eropa. Ia antusias bertemu Indonesia di SUGBK.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 04 Oktober 2026, 18:51 WIB
Chanathip Songkrasin, bintang dan kapten Timnas Thailand dalam sesi konferensi pers jelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (4-10-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Thailand akan menantang Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026) malam WIB. Kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, kembali memimpin Gajah Perang pada partai puncak ini.

Bagi gelandang berusia 32 tahun itu, duel nanti menjadi pertemuan ketujuh melawan Indonesia, tepat satu dekade sejak kali pertama berhadapan di berbagai kejuaraan.

Pertemuan terakhir Chanathip melawan Indonesia dengan seragam Thailand terjadi pada 2022, di leg kedua final Piala AFF 2020, yang berakhir imbang 2-2.


Ucapan Chanathip Tentang Perubahan Indonesia

Timnas Indonesia langsung tertekan oleh Thailand di awal laga. Baru dua menit, Thailand berhasil unggul 1-0 melalui kapten tim Chanathip Songkrasin memanfaatkan umpan Phillip Roller di sektor kiri pertahanan Indonesia. (AP/Suhaimi Abdullah)

Pada perjumpaan perdana kontra Indonesia, Chanathip mencetak dua gol ketika Thailand menang 4-0.

"Mungkin hampir tiga atau empat tahun lalu kami bertemu dengan Indonesia di final. Tentu saja, kalau ditanya apakah banyak perubahan, sekarang semua negara di ASEAN sudah berkembang sangat pesat," ujar Chanathip dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Minggu (4/10/2026).

Ia menilai skuad Garuda saat ini berbeda karena kehadiran lebih banyak pemain diaspora. "Kemudian, dari para pemain sepak bola, sekarang juga banyak terdapat pemain keturunan. Saat ini, Indonesia memiliki cukup banyak pemain keturunan," jawab Chanathip.


Penilaian Soal Pemain Diaspora Indonesia

Chanathip mengakui kualitas para pemain diaspora Indonesia, menyebut mayoritas berkarier di kasta tertinggi kompetisi Eropa.

"Mereka juga bermain di liga dengan level yang sangat tinggi. Tentu saja, mereka memiliki kekuatan fisik serta kemampuan dan keterampilan yang sangat baik," ucap Chanathip.

"Saya merasa senang, sangat senang, bahwa besok akhirnya kami akan bertemu dengan Indonesia. Kami sudah menunggu selama beberapa waktu untuk bisa bertemu dengan mereka lagi," tambah Chanathip.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya