Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda kawasan wisata unggulan Pulau Kenawa di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (4/10/2026).
Berdasarkan laporan Polsek Poto Tano, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WITA dan menghanguskan lahan yang ditumbuhi rumput kering di Pulau Kenawa, Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano.
Advertisement
Dalam laporan tersebut, luas Pulau Kenawa diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare, sementara area yang terbakar sekitar lima hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat Abdullah membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait kronologi dan penyebab kebakaran.
"Iya benar. Tapi penyebab dan kronologi belum kami dapatkan," kata Abdullah, dilansir Antara, Minggu.
Sementara itu, berdasarkan laporan awal kepolisian, kebakaran diduga berawal dari puntung rokok yang dibuang ke arah rumput kering. Angin yang cukup kencang di lokasi diduga membuat api dengan cepat membesar.
Dugaan puntung rokok tersebut masih sebatas informasi awal dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.
Sekitar pukul 11.00 WITA, masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi sempat berhasil memadamkan api. Namun, kobaran kembali muncul tidak lama kemudian karena kondisi rumput yang kering serta tiupan angin yang cukup kencang.
Pada pukul 11.30 WITA, Kapolsek Poto Tano bersama anggota, personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB, serta pemerintah Desa Poto Tano bergerak menuju Pulau Kenawa untuk melakukan pemadaman.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WITA dan langsung berupaya memadamkan api dengan memutus jalur kobaran guna mencegah api menjalar ke area yang lebih luas.
Sekitar pukul 12.50 WITA, Kapolsek Poto Tano berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa Barat untuk mendapatkan dukungan personel serta peralatan pemadaman, termasuk mesin pompa air.
Api Padam
Abdullah mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah desa dan Kecamatan Poto Tano, api berhasil dipadamkan dan tidak meluas.
"Setelah kami berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Kecamatan Poto Tano, api sudah padam," ujarnya.
Kebakaran menghanguskan hamparan savana yang menjadi salah satu daya tarik utama Pulau Kenawa. Pulau tersebut merupakan kawasan wisata di wilayah Poto Tano dan menjadi salah satu tujuan wisata alam di Kabupaten Sumbawa Barat.
Abdullah mengatakan Pulau Kenawa tidak memiliki permukiman warga sehingga tidak ada rumah penduduk yang terdampak akibat kejadian tersebut.
Meski demikian, terdapat sejumlah fasilitas pendukung kegiatan wisata di pulau tersebut, seperti lapak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tempat penjualan air, penginapan, dermaga, serta lokasi bagi pemilik perahu lokal yang mengantar wisatawan.
"Di Pulau Kenawa hanya ada bangunan lapak, dermaga dan tempat penginapan bagi para wisatawan," katanya.
Tak Ada Korban Jiwa
Kebakaran sempat menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman kejadian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sebagian hamparan savana menghitam akibat terbakar, sementara asap membumbung dari kawasan pulau.
Sejumlah masyarakat dan wisatawan yang berada di lokasi juga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak meluas.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Aparat bersama pemerintah daerah masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
BPBD bersama Polsek setempat juga masih melakukan pendataan terhadap area yang terdampak. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.