Penuhi Free Float, MUFG Bank Lepas 55,93 Juta Saham ADMF

MUFG Bank Ltd kini memiliki 14,36% saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 Oktober 2026, 19:25 WIB
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) resmi meluncurkan aplikasi pelayanan konsumen berbasis internet. (Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) yakni MUFG Bank Ltd melepas 55,93 juta saham ADMF pada akhir September 2026. Tujuan penjualan saham ADMF ini untuk memenuhi ketentuan free float.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (4/10/2026), MUFG Bank Ltd melepas 55.938.400 saham ADMF dengan harga Rp 7.800 per saham pada 29 September 2026. Dengan demikian, nilai penjualan saham ADMF itu mencapai Rp 436,31 miliar.

“Penjualan sebagian saham untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi itu juga disebutkan kalau MUFG Bank Ltd merupakan pengendali, dan akan mempertahankan pengendalian.

Setelah transaksi pelepasan saham ADMF, MUFG Bank Ltd mengenggam 177.501.759 saham ADMF atau setara 14,36%. Sebelumnya, MUFG Bank Ltd memiliki 233.440.159 saham ADMF atau setara 18,89%.

Berdasarkan data RTI, harga saham ADMF melemah 0,60% menjadi Rp 8.300 per saham pada Jumat, 2 Oktober 2026. Harga saham ADMF dibuka stagnan di Rp 8.350 per saham. Saham ADMF berada di level tertinggi Rp 8.700 dan terendah Rp 8.250 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 240 kali dengan volume perdagangan saham 869 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 723,3 juta.

Kinerja IHSG Sepekan

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 28 September-2 Oktober 2026 hingga meninggalkan posisi 6.200. Analis menilai, sentimen IHSG didorong sejumlah faktor internal dan eksternal seperti imbal hasil obligasi.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (3/10/2026), IHSG sepekan turun 3,28% menjadi 6.036,88 dari pekan lalu 6.241,89. Koreksi IHSG juga diikuti kapitalisasi pasar saham BEI. Kapitalisasi pasar saham BEI turun 2,55% menjadi Rp 10.627 triliun dari pekan lalu Rp 10.905 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot 3,28% dalam sepekan dan masih didominasi oleh tekanan jual yang relatif meningkat. Sejumlah sentimen menekan IHSG. Pertama, Herditya menuturkan, ada kenaikan dari yield atau imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sempat mencapai 5,3% untuk tenor 10 tahun tertinggi sejak 2002.

“Kedua, dengan ada kenaikan ini, menekan negara-negara emerging market di mana nilai tukarnya cenderung tertekan terutama rupiah,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Ketiga, ia mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS diperkirakan menyebabkan aliran dana keluar, dan diperkirakan investor asing mulai mengurangi risiko terhadap aset di Indonesia,” kata Herditya.

Faktor keempat, Herditya menuturkan, penerapan kebijakan batas bawah Rp 1 yang selain meningkatkan likuiditas juga meningkatkan volatilitas.

Selain itu, selama sepekan ini, investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 5,03 triliun. Aksi jual ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,15 triliun.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian saham meningkat 72,51% menjadi 50,37 miliar saham dari pekan lalu 29,20 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian saham melompat 5,4% menjadi Rp 12,63 triliun dari pekan lalu Rp 11,98 triliun.

Kemudian rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 7,54% menjadi 1,68 juta kali transaksi dari 1,82 juta kali transaksi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya