Liputan6.com, Jakarta - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan anak usaha perseroan yakni PT Ciomas Adisatwa melepas anak usaha perseroan yakni PT Vaksindo Satwa Nusantara kepada Japfa Pte Ltd dan Bionovus pada akhir September 2026. Nilai transaksi pelepasan saham itu mencapai Rp 1,8 triliun.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) perseroan pada 30 September 2026, dikutip Minggu, (4/10/2026), Perseroan dan Ciomas melepas 31.000 saham Vaksindo kepada Japfa Pte Ltd dan Bionovus. Pelepasan saham itu ditandai dengan perjanjian jual beli saham pada 29 September 2026.
Advertisement
Adapun transaksi ini termasuk transaksi afiliasi seperti tertuang dalam POJK 42/2020. Hal ini karena terdapat kesamaan entitas induk perusahaan antara perseroan, Ciomas, dan Bionovus yakni Japfa Pte Ltd. Akan tetapi, transaksi itu bukan merupakan transaksi benturan kepentingan seperti tertuang dalam POJK 42/2020.
Selain itu, perseroan juga menyebutkan transaksi ini bukan merupakan transaksi material seperti tertuang dalam POJK 42/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama. Hal ini karena nilai transaksi mencapai Rp 1,8 triliun, mewakili 8,47% dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir 30 Juni 2026.
Perseroan menyatakan peralihan hak atas saham-saham dari perseroan dan ciomas sebagai penjual kepada Japfa Pte Ltd dan Bionovus sebagai pembeli dan pengalihan merek dagang dari perseroan kepada Bionovus secara efektif terhadap pada 29 September 2026, atan tanggal lain yang disepakati penjual dan pembeli.
Perseroan menjelaskan alasan melakukan transaksi afiliasi ini seiring kepastian keberlanjutan Japfa Pte Ltd selaku pengendali perseroan dan grup Japfa secara keseluruhan, telah memiliki pemahaman menyeluruh atas hubungan usaha dan pengaturan komersial yang selama ini terjalin antara perseroan dan Vaksindo, terutama pasokan bahan baku peternakan.
Langkah Strategis
Perseroan menyebutkan, risiko terganggunya hubungan usaha yang telah berjalan, sebagaimana berpotensi terjadi apabila transaksi dilakukan dengan pihak yang tidak terafiliasi dan tidak memiliki pemahaman serta kepentingan yang sama atas keberlangsungan rantai pasok perseroan dapat diminimalkan.
"Dengan demikian, kelangsungan pasokan bahan baku peternakan dari Vaksindo kepada perseroan akan tetap terjaga, dengan syarat dan ketentuan yang secara substansial sama dengan yang berlaku saat ini,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Perseroan menyebutkan, transaksi ini juga merupakan bagian dari langkah strategis perseroan untuk mempertajam fokus portofolio usaha perseroan pada kegiatan usaha inti di bidang agribisnis terintegrasi, yaitu peternakan unggas, akuakultur, dan produk protein hewani lainnya, sehingga perseroan dapat mengalokasikan perhatian manajemen, permodalan, dan sumber daya operasional secara lebih fokus pada segmen itu.
Pemakaian Dana
Perseroan juga akan memakai sebagian dana yang diperoleh dari transaksi untuk digunakan kembali memperkuat kegiatan usaha inti perseroan yakni produksi pakan ternak, peternakan terintegrasi unggas dan akuakultur serta pengolahan dagiing dan produk pangan hilir. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan usaha perseroan ke depan.
Di sisi lain, perseroan menyatakan tidak akan lagi mengonsolidasikan pendapatan, laba dan aset Vaksindo beserta entitas anak di India dan Vietnam dalam laporan keuangan konsolidasi seiring transaksi itu.
"Direksi perseroan berkeyakinan keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari pelaksanaan transaksi lebih besar dibandingkan dengan kerugian yang mungkin timbul, sehingga pelaksanaan transaksi merupakan langkah yang tepat dan sejalan dengan kepentingan terbaik Perseroan dan pemegang saham secara keseluruhan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.