Edwin Soeryadjaya Beli 938.900 Saham SRTG

Presiden Komisaris Saratoga Investama Sedaya (SRTG) Edwin Soeryadjaya kembali menambah kepemilikan saham SRTG.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 02 Oktober 2026, 18:17 WIB
Komisaris Utama PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. Edwin Soeryadjaya. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya kembali membeli saham SRTG. Aksi beli saham SRTG ini dilakukan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (2/10/2026), Edwin Soeryadjaya membeli saham SRTG secara bertahap dalam dua kali transaksi. Pertama, ia membeli 528.900 saham SRTG seharga Rp 1.790 per saham pada 30 September 2026. Nilai transaksi pembelian saham SRTG sekitar Rp 946,73 miliar. Kedua, ia membeli 410.000 saham SRTG dengan harga Rp 1.766 per saham pada 1 Oktober 2026. Nilai transaksi pembelian saham sekitar Rp 724,06 miliar.

Dengan demikian, total pembelian saham sekitar 938.900 dengan nilai transaksi Rp 1,67 miliar.

"Tujuan transaksi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan juga disebutkan Edwin Soeryadjaya merupakan pengendali dan akan mempertahankan pengendalian saham SRTG. Setelah transaksi pembelian saham SRTG, Edwin memiliki 4.879.590.290 saham SRTG atau setara 35,9724%. Sebelumnya, ia memiliki 4.878.651.390 saham SRTG atau setara 35,9654%.

Berdasarkan data RTI, harga saham SRTG ditutup melemah 1,72% menjadi Rp 1.710 per saham. Harga saham SRTG dibuka stagnan di Rp 1.740 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.148 kali dengan volume perdagangan saham 24.023 saham. Nilai transaksi saham SRTG Rp 4,1 miliar.

Penutupan IHSG pada 2 Oktober 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Jumat, (2/10/2026). Penguatan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 15 triliun dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke 17.883.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,46% menjadi 6.036,88. Indeks saham LQ45 bertambah 0,52% menjadi 595,45. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Menjelang akhir tahun ini, IHSG berada di level tertinggi 6.953,23 dan level terendah 5.979,98.

Sebanyak 319 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 337 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 134 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.625.905 saham dengan volume perdagangan saham 121,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun. Tercatat dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.883.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham teknologi bertambah 1,51%, dan catat kenaikan terbesar. Disusul sektor saham energi mendaki 1,12% dan sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,67%. Lalu sektor saham basic menanjak 0,47%, sektor saham kesehatan menanjak 0,20%, sektor saham keuangan bertambah 0,19% dan sektor saham properti melesat 0,39%.

Sementara itu, sektor saham industri merosot 1,7%, dan catat koreksi terbesar. Disusul sektor saham transportasi terpangkas 1,38%, sektor saham infrastruktur terperosok 0,90% dan sektor saham consumer siklikal turun 0,07%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya